RADAR JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ menyebut puncak arus balik ke wilayah Jogjakarta bagi pengguna kendaraan bus dimulai hari ini (2/1). Ratusan bus dan ribuan penumpang diprediksi bakal memenuhi Terminal Jombor, Sleman.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dishub DIJ Agnes Dhiany Indria Sari memprediksi, Terminal Jombor bakal dipenuhi 2.500 penumpang. Ribuan penumpang itu merupakan masyarakat yang kembali maupun keluar dari wilayah Jogjakarta.
Selain dipenuhi penumpang, jumlah bus di Terminal Jombor kemungkinan besar juga akan bertambah banyak. Menurutnya, bakal ada sekitar 120 bus antarkota maupun antarprovinsi yang masuk ke salah satu terminal di Kabupaten Sleman tersebut.
“Jumlah itu belum termasuk bus tambahan, jadi prediksinya ada sekitar 130-140 bus saat arus balik yang masuk ke Terminal Jombor,” ujar Agnes kepada Radar Jogja kemarin (1/1).
Karena itu, Agnes pun meminta agar masyarakat yang melintas di sekitar Terminal Jombor untuk berhati-hati dengan lalu lintas bus yang meningkat. Terlebih pada jam-jam keberangkatan. Dari pukul 12.00-15.00 dan pukul 16.30-19.00.
Berkaitan dengan jumlah armada yang masuk saat penghujung tahun, dia membeberkan, sudah ada 2.419 penumpang. Kemudian untuk jumlah armada, tercatat sebanyak 128 bus dari luar daerah yang masuk ke Terminal Jombor.
Menurut Agnes, peningkatan penumpang ke Terminal Jombor sudah terpantau sejak sebelum libur Natal beberapa waktu lalu. Dari catatan pihaknya, peningkatan arus penumpang maupun armada bus mencapai 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. “Untuk yang melakukan keberangkatan rata-rata tujuannya ke luar Jawa,” ungkapnya.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Ardi Yuswanto Ardi mengaku, empat pos pengamanan dan pelayanan telah didirikan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Di antaranya Pos Pam Tempel, Pos Pam Gamping, Pos Pam Amplaz, dan Pos Pam Prambanan. Ardi pun mengimbau kepada masyarakat supaya mematuhi aturan lalu lintas. “Agar dapat mengantisipasi kejadian kecelakaan,” katanya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisata di hari yang sama diprediksi menurun. Sebab aktivitas masyarakat telah kembali normal. “Kemungkinan kayak hari Minggu biasa sekitar 12-15 ribu kunjungan," sebut Adyatama Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi.
Menurutnya, momen libur nataru yang sudah mencapai hari terakhir membuat wisatawan dari luar kota sudah meninggalkan DIJ. Oleh karena itu, penurunan yang terjadi pada hari ini membuat destinasi wisata Bantul didatangi oleh pelancong yang dekat atau sekitar DIJ.
Padahal, sejak 22-31 Desember 2023 lalu, rata-rata kunjungan wisatawan di Bantul mencapai 20 ribuan per harinya. Namun, jumlah tersebut hanya termasuk di sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah. Seperti Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Kuwaru, Pandansimo, Goa Cerme, Goa Cemara, Pantai Depok, dan Goa Selarong. Total kunjungan sejak 22-31 Desember ini tercatat hingga 213.429 wisatawan.
Markus menyampaikan, target PAD dari sektor pariwisata 2023 Bantul tidak tercapai. Menurutnya, hingga penghujung tahun 2023 kurang 1 persen untuk mencapai target. "Capaian PAD 2023 sekitar Rp 26,2 miliar sedangkan targetnya sekitar Rp 26,5 miliar," ungkapnya. (inu/rul/eno)
Editor : Satria Pradika