SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman mengerahkan sebanyak 60 petugas kebersihan untuk bersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru. Petugas yang dikerahkan pun menyasar beberapa titik penumpukan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, pihaknya memantau beberapa titik yang menjadi lokasi penumpukan sampah.
Di antaranya, Lapangan Denggung, Lapangan Pemda, dan kawasan Stadion Maguwoharjo.
Kemudian, juga ditemukan beberapa titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Seperti pada sepanjang jalan kabupaten, kawasan ringroad barat hingga jalan di sepanjang ringroad utara.
“Secara prinsip sampah malam tahun baru sudah kami atasi. Namun dari pantauan kami jumlahnya tidak sangat banyak, artinya masih terkendali,” ujar Epiphana kepada Radar Jogja, Senin (1/1).
Menurut Epiphana, cukup terkendalinya sampah pasca perayaan malam tahun baru karena kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sudah cukup bagus.
Di samping itu, pemkab juga sudah mulai mengoperasikan TPST Tamanmartani. Sehingga sampah pun dapat teratasi.
Hanya saja, dia mengaku, belum dapat membeberkan jumlah produksi sampah yang dihasilkan masyarakat saat perayaan pergantian tahun.
Lantaran DLH Sleman harus berkoordinasi dengan instansi lain. Namun diakuinya memang ada peningkatan jumlah sampah dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Guna mengatasi permasalahan sampah sisa perayaan malam tahun baru itu, Epiphana menyatakan, sudah mengerahkan sebanyak 60 petugas kebersihan.
Puluhan petugas itu dibagi menjadi dua tim dan disebar untuk menyasar sejumlah titik lokasi penumpukan sampah.
“Untuk satu tim jumlahnya tiga puluh petugas kebersihan,” ungkapnya.
Terkait dengan situasi perayaan malam tahun baru di Sleman, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan, beberapa titik yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat terpantau dalam situasi aman dan terkendali. Baik itu dari segi kemacetan maupun kepadatan masyarakat.
“Beberapa titik kumpul masyarakat terpantau tidak ada permasalahan di lapangan,” ungkap Danang. (inu)