SLEMAN - Terjadi dua kali guguran lava Gunung Merapi pada hari Kamis 28 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Masing-masing, satu guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur 1.000 meter.
Dan satu kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur 1.500 meter.
Terdengar tiga kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara guguran kecil hingga sedang.
Data tersebut berdasarkan MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 eter di atas permukaan laut (mdpl), berada di perbatasan DIY-Jawa Tengah (Sleman-Magelang-Boyolali-Klaten).
Cuaca di sekitar Merapi berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 17.5-26 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 838.2-919.3 mmHg. Volume curah hujan 105 mm per hari.
Gempa hybrid/fase banyak (jumlah: 4, amplitudo: 3 mm, S-P: 0.4-0.64 detik, durasi: 6.52-8.6 detik).
Gempa tektonik jauh (jumlah: 2, amplitudo: 3-62 mm, S-P: 16.21-30.48 detik, durasi: 88.2-182.48 detik).
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin