SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi mengalami penurunan.
Terjadi enam kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur msksimum 1.400 meter.
Suara guguran 1 kali dengan intensitas sedang terdengar dari Pos Babadan.
Demikian laporan MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) yang disusun Triyono, petugas KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Guguran lava tersebut teramati pada periode pengamatan Rabu 27 Desember 2023 pukul 00:00-24:00 WIB.
Suhu udara 17.5-23.4 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 836.9-918.5 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 150 m di atas puncak kawah.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin