RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata Sleman tidak akan menaikkan jumlah target kunjungan wisatawan pada tahun depan. Instansi tersebut masih mematok target kunjungan yang sama dengan tahun ini, yakni sebanyak 7 juta wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengatakan, ada beberapa pertimbangan kenapa target kunjungan wisatawan pada tahun depan tidak naik. Di antaranya karena jumlah libur nasional dan cuti bersama 2024 yang hanya 27 hari.
Kemudian, juga rangkaian kegiatan Pemilu 2024 yang kemungkinan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berwisata. Apalagi pemilu tahun depan akan dilakukan pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak.
Di samping itu, Kus juga mempertimbangkan daya beli masyarakat yang menurun. Lalu status Gunung Merapi yang beberapa kali memuntahkan lava pijar dalam beberapa waktu terakhir. Serta adanya proyek Tol Jogja-Solo yang dikhawatirkan dapat mengganggu lalu lintas.
“Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut maka kami menetapkan target kunjungan pada 2024 yang tidak jauh berbeda dengan target pada tahun 2023,” beber Kus kemarin (25/12).
Dia mengaku, untuk tahun 2024 mendatang pihaknya juga telah menyiapkan berbagai strategi. Di antaranya melakukan promosi wisata baik secara langsung maupun tidak langsung menggunakan teknologi informasi.
Kemudian, juga aktif dalam mengikuti pameran skala nasional dan internasional, lalu pelaksanaan travel dialog, serta table top. Selain itu, ada 110 even yang akan dirincikan pada Calendar of Event 2024. Di antaranya Tour de Ambarrukmo, Ambarrukmo Volcano Run, UGM Trail Run, Sleman Temple Run, Bedog Art Festival, dan Prambanan Jazz. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika