SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda penurunan aktivitas.
Pengamatan pada Minggu 24 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB membuktikan belum turunnya aktivitas gunung berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Tercatat, Gunung Merapi memuntahkan 24 guguran lava.
Masing-masing, 22 guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.
Dua kali guguran lava pijar arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
Pada hari itu, terdengar dua kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil hingga sedang.
Data tersebut tercakup dalam MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) yang disusun Ahmad Sopari dan Suraji dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Cuaca di sekitar Gunung Merapi, cerah, dan berawan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 18.2-26.2 °C, kelembaban udara 68-92.8 %, dan tekanan udara 873-919.4 mmHg.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, dan kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150-200 m di atas puncak kawah.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin