Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Sampah Libur Akhir Tahun Diprediksi Meningkat, Begini Upaya Pemkab Sleman

Iwan Nurwanto • Minggu, 24 Desember 2023 | 20:01 WIB
UTAMA: Pengendara melintas di samping tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Bugisan Selatan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul beberapa waktu lalu. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
UTAMA: Pengendara melintas di samping tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Bugisan Selatan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul beberapa waktu lalu. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

SLEMAN - Produksi sampah di kabupaten Sleman diprediksi meningkat selama musim libur akhir tahun seperti natal dan tahun baru (nataru).

Pemerintah setempat pun menyiapkan langkah antisipatif guna menangani permasalahan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, berkaca dari pengalaman tahun lalu, produksi sampah saat musim libur akhir tahun bisa meningkatkan 20 hingga 25 persen dibandingkan hari biasa.

Adapun produksi sampah di Sleman mencapai 300 ton per hari pada hari-hari biasa.

Sehingga pada momen liburan ini, kemungkinan ada peningkatan sampah sekitar 75 ton per hari.

Dia membeberkan, ada beberapa pusat-pusat keramaian yang kemungkinan besar meningkat produksi sampahnya.

Terlebih ketika malam pergantian tahune. Sperti di Stadion Maguwoharjo, Lapangan Denggung, hingga Wisata Kaliurang.


“Kami berkoordinasi dengan pengelola wisata dan kapanewon agar sampah saat musim libur nataru bisa tertangani,” ujar Epiphana, Minggu (24/12).

Terkait dengan upaya DLH Sleman menghadapi lonjakan sampah, Epiphana mengaku, sudah menyiapkan berbagai upaya.

Di antaranya dengan menyiagakan petugas kebersihan serta 34 armada dump truk yang kapasitas per armadanya mencapai 5 ton.

Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan kehadiran TPST Tamanmartani yang belum lama ini diresmikan.

Epiphana menyebut, dalam masa uji coba TPST di kapanewon Kalasan itu mampu mengolah sampah hingga 60 ton per hari.

“Sampah yang dikelola akan dibuat menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagi pihak guna memastikan momen libur nataru di Sleman dapat berjalan aman dan lancar.

Disamping itu eluruh komunitas dan pegiat wisata pun diminta untuk memiliki rasa handarbeni.


Menurutnya, jika setiap individu pariwisata saling mempunyai rasa memiliki dan kepedulian.

Maka keselamatan, kebersihan destinasi wisata, dan kenyamanan bagi wisatawan pun dapat diupayakan bersama.

"Kita harapkan dengan koordinasi ini wisatawan yang datang bisa aman dan nyaman selama di Sleman,” ungkap Danang. (inu/bah)

Editor : Bahana.
#nataru #Sleman #Sampah #DLH