SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.
Laporan MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian ESDM menyebutkan, telah terjadi sepuluh kali guguran lava.
Masing-masing teramati empat kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Dan enam kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.
''Terdengar dua kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang dari Pos Babadan,'' tulis laporan yang disusun petugas Susanta.
Laporan tersebut disusun atas pengamatan Gunung Merapi pada periode 22 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Pengamatan meteorologi di seputar Merapi: cuaca cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 16-29 °C, kelembaban udara 60-94 %, dan tekanan udara 838.5-918.8 mmHg.
Pengamatan visual Gunung Merapi: gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-100 m di atas puncak kawah.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin