SLEMAN - Gunung Merapi di Perbatasan DIY-Jateng, terdeteksi memuntahkan guguran lava sebanyak 11 kali.
Masing-masing, sembilan kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Dan sebanyak dua kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
Data tersebut diperoleh dari MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report); KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan 19 Desember 2023 pukul 00:00-24:00 WIB.
Di seputar Gunung Merapi cuaca cerah, berawan, mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat, utara,timur.
Suhu udara 15.5-29 °C, kelembaban udara 56-98 %, dan tekanan udara 94.7-949.6 mmHg.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-I, kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
Terjadi gempa guguran (Jumlah: 78, Amplitudo: 3-17 mm, Durasi: 29.2-173.76 detik).
Gempa low frekuensi (Jumlah: 1, Amplitudo: 5 mm, Durasi: 9.08 detik).
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)