SLEMAN - Gunung Merapi (2.968 mdpl) teramati meluncurkan 22 kali guguran lava pada hari Minggu 17 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Dengan rincian: 17 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Dan lima kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
Guguran lava tersebut terangkum dalam MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) yang disusun Yulianto, petugas dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Laporan tersebut bisa diakses di https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan
Cuaca di sekitar Merapi mendung, dan cerah.
Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat.
Suhu udara 16.7-25.5 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 872.6-918.6 mmHg.
Gunung Merapi berkabut 0-III, terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati.
Kegempaan berupa guguran (Jumlah: 92, Amplitudo: 3-30 mm, Durasi: 31.04-142.24 detik).
Kegempaan hybrid/fase banyak (Jumlah: 5, Amplitudo: 2-8 mm, S-P: 0.3-0.5 detik, Durasi: 6.12-7.68 detik).
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. Media sosial kondisi Merapi bisa diakses di laman: https://linktr.ee/PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin