SLEMAN - Gempa bumi tektonik mengguncang Jogjakarta dan sekitarnya pada Rabu (13/12) malam. Tepatnya, pukul 22:15:24.
Kepala BMKG Stageof Sleman Setyoajie Prayoedhie dalam rilisnya menyatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M3,6.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.94° LS; 110.49° BT. Tepatnya, di darat pada jarak 14 kilometer arah barat laut Gunungkidul dengan kedalaman 16 kilometer.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Persebaya Ditahan Imbang Persis 1-1
Terkait jenis dan mekanisme gempa bumi, diungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas di Sistem Sesar Opak.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Baca Juga: Tanpa Panggung Hiburan di Kebumen, tapi Diganti Pesta Kembang Api
Hingga Rabu (13/12) pukul 23.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 15 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyakarat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Baca Juga: Kenali Bahaya dan Dampak Buruk Sodium Lauryl Sulfate (SLS) pada Kulit Bayi
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah.
Editor : Amin Surachmad