SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengaku cukup mewaspadai penularan virus Japanese Encephalitis (JE). Upaya pencegahan pun dimasifkan oleh instansi tersebut lantaran belum ada obat khusus untuk penyakit tersebut.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan, terkait dengan upaya menanggulangi JE pihaknya memprioritaskan intervensi berupa pencegahan dan pengendalian. Baik itu secara kimiawi maupun nonkimiawi.
Menurut Cahya, sampai saat ini juga belum ditemukan obat khusus untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Sehingga yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengurangi gejala atau mencegah perburukan kasus.
Lebih lanjut, dari catatan Dinkes Sleman selama tahun ini pihaknya menemukan sebanyak 11 kasus suspek JE. Namun setelah dilakukan pengetesan hasil seluruhnya negatif.
“Jadi belum ada penderita JE di Sleman,” terang Cahya. (inu)