RADAR JOGJA - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas awan panas guguran pada Senin (4/12) petang. Masyarakat pun diimbau mewaspadai kemungkinan gangguan abu vulkanik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, guguran awan panas mulai terlihat pada pukul 17.13. Awan panas guguran juga teramati memiliki tinggi kolom erupsi kurang lebih 500 meter di atas puncak dan condong ke arah barat daya.
Kemudian pada pukul 17.36, lanjut Makwan, terlihat kembali guguran dengan amplitudo 50 mm berdurasi 123.96 detik. Awan panas guguran tersebut memiliki jarak luncur 1.200 meter ke arah hulu menuju Kali Boyong. Masyarakat pun dihimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
“Masyarakat juga perlu mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik,” ujar Makwan saat dikonfirmasi Senin (4/12).
Untuk diketahui, saat ini Gunung Merapi dalam status siaga atau masuk level tiga. Ada kemungkinan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Kemudian pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika