Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Musim Penghujan Kok Belum Dilakukan Fogging di Sleman, Ternyata Begini SOP Dinkes

Iwan Nurwanto • Jumat, 1 Desember 2023 | 18:50 WIB
BARU: BKKBN menggelontorkan anggaran Rp 1,9 miliar untuk pembelian motor operasional bagi penyuluh KB di Sleman. WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA
BARU: BKKBN menggelontorkan anggaran Rp 1,9 miliar untuk pembelian motor operasional bagi penyuluh KB di Sleman. WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA

SLEMAN, RADAR JOGJA - Memasuki musim penghujan seperti sekarang Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman belum berencana melakukan upaya fogging atau pengasapan.

Ternyata ada prosedur tetap (protap) atau SOP untuk kegiatan tersebut.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, suatu wilayah dapat dilakukan fogging jika ada masyarakat yang terdiagnosa DBD dibuktikan dengan surat KDRS.

Selain itu, juga harus ada minimal tiga orang yang mengalami panas atau demam tanpa diketahui penyebabnya.

Yuli menerangkan, bahwa dalam kondisi seperti itu fogging dapat dilakukan namun tidak wajib. Sebab ada efek samping yang perlu dipertimbangkan dari hasil fogging.


“Salah satunya adalah meninggalkan residu yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker),” ujar Yuli kepada Radar Jogja, Jumat (1/12).


Sebelumnya, dia memastikan, bahwa Dinkes Sleman sampai saat ini memang belum mengagendakan kegiatan pemberantasan nyamuk dengan metode fogging.

Lantaran, belum ada indikasi atau dasar kegiatan tersebut perlu dilakukan.


Namun terkat dengan upaya pencegahan DBD memasuki musim penghujan seperti sekarang.

Yuli menyatakan, bahwa pihaknya bakal lebih mengoptimalkan peran jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik.

Yang dimana, para kader tersebut nantinya akan melakukan berbagai kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Sementara untuk jumlah kasus DBD di Sleman, Dinas Kesehatan mencatat dari bulan Januari hingga Oktober jumlahnya sudah mencapai 128 kasus.

Dari ratusan kasus itu satu orang diketahui meninggal dunia karena memiliki komorbid berupa penyakit Diabetes Melitus (DM).


“Kami himbau masyarakat mulai menggencarkan PSN," beber Yuli. (inu/bah)

Editor : Bahana.
#fogging #dinkes sleman #DBD