Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggaran Droping Air Bersih Habis sejak Sepuluh Hari Lalu, BPBD Sleman Kini Andalkan Bantuan Swasta 

Iwan Nurwanto • Rabu, 29 November 2023 | 20:04 WIB

DROPPING AIR : Ilustrasi kegiatan dropping air yang dilakukan oleh BPBD Sleman. (sumber dok BPBD Sleman)
DROPPING AIR : Ilustrasi kegiatan dropping air yang dilakukan oleh BPBD Sleman. (sumber dok BPBD Sleman)

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengaku sudah kehabisan anggaran untuk kegiatan droping air ke wilayah terdampak kekeringan.

Sehingga instansi tersebut pun kini mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, tidak tersedianya anggaran untuk droping air bersih sudah terjadi sejak sepuluh hari yang lalu.

Adapun besar anggaran diketahui mencapai sekitar Rp 50 juta dan sudah digunakan seluruhnya selama musim kemarau panjang tahun ini.

Dia membeberkan, terkait dengan penyaluran bantuan air bersih pihaknya saat ini hanya mengandalkan bantuan dari instansi lain dan pihak swasta.

Ia pun mengapresiasi berbagai pihak tersebut yang mau membantu BPBD Sleman dalam menanggulangi dampak bencana kekeringan tahun ini.

“Untuk anggaran memang sudah habis dan kami tidak mengajukan dana barurat BTT (Belanja Tak Terduga). Karena sudah ada bantuan dari instansi, organisasi masyarakat, maupun swasta,” ujar Bambang kepada Radar Jogja, Rabu (29/11).

Bambang menyatakan, beberapa wilayah di kabupaten Sleman memang masih mengalami dampak kekeringan.

Di antaranya kapanewon Minggir meliputi kalurahan Sendangrejo, lalu Mlati di kalurahan Tlogoadi.

Kemudian juga di kapanewon Gamping di kalurahan Trihanggo, Pakem di kalurahan Hargobinangun, Tempel di kalurahan Mororejo dan Merdikorejo, dan Turi di kalurahan Wonokerto.

“Untuk tahun lalu Prambanan masih terdampak, namun kini sudah zero karena telah dibantu jaringan pipa PDAM,” terang Bambang.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, pemerintah sampai saat ini juga masih cukup mampu menangani permasalahan kekeringan di Sleman. Bahkan anggaran BTT juga dapat dimanfaatkan apabila dibutuhkan.

"Untuk anggaran BTT besarannya sekitar sepuluh sampai lima belas miliar," terang Danang. 

Editor : Bahana.
#Kekeringan #BPBD Sleman #Droping Air