SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman menyebut beberapa tempat pemungutan suara (TPS) masuk kategori rawan.
Lembaga pengawas tahapan pelaksanaan pemilu itupun meminta agar penyelenggara pemilu untuk melakukan antisipasi.
Koordinator Divisi SDM Organisasi dan Diklat Bawaslu Sleman Ahmad Sidiq Wiratama mengatakan, penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman harus mulai mewaspadai kerawanan terkait dengan distribusi maupun pelaksanaan pemilu.
Baca Juga: Mahasiswa Perantau Rawan Tak Bisa Gunakan Hak Pilih
Sebab, ada potensi kerawanan berupa musim hujan dan bencana di beberapa TPS.
Dia membeberkan, adapun kapanewon yang masuk kategori rawan bencana di antaranya Kapanewon Turi, Kapanewon Pakem, dan Kapanewon Cangkringan. Karena merupakan lokasi yang berdekatan dengan Gunung Merapi.
Sementara untuk Kapanewon Prambanan cukup rawan dalam hal distribusi. Lantaran memiliki medan yang sulit dilalui kendaraan ketika musim hujan.
Baca Juga: Endang Sundayani, Difabel Inspiratif Pemilik Usaha Rajut dan Tas Kulit Sred: Because We Care, Berharap Ruang Khusus Produk Difabel dari PemerintahAhmad meminta, dengan potensi tersebut pihaknya memberikan rekomendasi kepada KPU Sleman untuk mulai melakukan antisipasi.
Yakni, dengan menyiapkan relokasi TPS ke tempat-tempat yang lebih aman dan menyesuaikan kendaraan untuk distribusi.
“Kami meminta agar KPU menyesuaikan armada untuk mengirim logistik dan menyiapkan relokasi TPS seperti di barak pengungsian ketika ada erupsi Merapi,” ujar Ahmad saat ditemui, Selasa (28/11).
Lebih lanjut, dari hasil pengawasan logistik pemilu, Bawaslu Sleman memastikan bahwa beberapa logistik seperti bilik suara, tinta, dan segel sudah sesuai.
Untuk logistik berupa kotak suara memang ada sebanyak 196 buah yang rusak namun telah dikoordinasi agar dapat dilakukan penggantian.
Baca Juga: Delapan Fasilitas Umum di Sleman, Wajib Bebas dari Aktivitas KampanyeSementara untuk gudang penyimpanan, dari hasil pengecekan di gudang kantor KPU Sleman dan di kapanewon Mlati semuanya sudah memenuhi standar. Selain itu juga kedua lokasi tersebut juga mudah untuk akses kendaraan besar.
“Gudang di kantor KPU dan Mlati berdekatan dengan jalan raya sehingga pengiriman menggunakan kontainer dapat masuk,” terang Ahmad.
Sementara itu, Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan, bahwa pengalaman di tahun 2019 lalu pihaknya berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk distribusi ke wilayah sulit.
Baca Juga: Percantik Kawasan Bendungan Bener, BBWSSO Tanami Tanaman Tabebuya di Overpass Wadas-Bendungan Bener
Kemudian untuk TPS di wilayah rawan bencana Gunung Merapi pihaknya akan menyiapkan antisipasi khusus.
“Untuk wilayah Merapi memamg harus dipertimbangkan TPS-nya, kemudian untuk mengantisipasi kendaraan besar yang tidak bisa masuk kelurahan transportasinya akan menyesuaikan agar tidak ada kendala,” ungkap Baehaqi. (inu)