Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Sudah Turun Hujan, Masih Ada 58 Titik di Sleman yang Butuh Penyaluran Air Bersih

Iwan Nurwanto • Kamis, 23 November 2023 | 18:52 WIB

 

DAMPAK KEMARAU: Personel BPBD Sleman saat melakukan droping air bersih ke Puskesmas Ngaglik II.DOKUMENTASI BAMBANG KUNTORO 
DAMPAK KEMARAU: Personel BPBD Sleman saat melakukan droping air bersih ke Puskesmas Ngaglik II.DOKUMENTASI BAMBANG KUNTORO 

SLEMAN - Meksipun sudah mengalami turun hujan, sebagian wilayah di kabupaten Sleman masih terdampak kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun masih melakukan penyaluran air bersih ke puluhan titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, selama pertengahan Agustus hingga bulan November pihaknya sudah menyalurkan air bersih sebanyak 3,8 juta liter.

Dropping air bersih tersebut dilakukan ke sembilan kapanewon. Yakni Godean, Minggir, Moyudan, Ngaglik, Pakem, Seyegan, Sleman, Tempel dan Turi.

Bambang menyebut, dari sembilan kapanewon itu ada sebagian yang sudah selesai penyaluran air bersihnya. Namun hingga Selasa (21/11) ada 58 titik yang masih dilakukan dropping bersih.

“Untuk yang terbanyak masih dilakukan dropping air ada di kapanewon Tempel,” ujar Bambang kepada Radar Jogja, Kamis (23/11).

Dia merinci, untuk titik terdampak kekeringan ada di kapanewon Minggir meliputi padukuhan Kliran IX, Tengahan XII, Dukuhan XII, Minggir II, Jomboran, SD Negeri Sendangagung Nanggulan, Kisik, SD Muhammadiyah Tengahan,SD Muhammadiyah Klepu, Ngepringan I, Ngepringan II, Ngepringan IV, Jonggrangan, Klisat Nglengking, TK ABA Ngepringan, dan SDN Balangan 2.

Kemudian kapanewon Moyudan di kantor kalurahan Sumberarum dan padukuhan Pakelan. Lalu di kapanewon Ngaglik yakni Puskemas Ngaglik II.

Kemudian di kapanewon Pakem meliputi Kaliurang Timur, Kaliurang Barat, SMPN 2 Pakem, dan titik baru di Ngepring.

Kemudian di Seyegan meliputi padukuhan Susukan I, Susukan II, Susukan III, Bolu, dan Bantulan.

Kekeringan juga dirasakan di kapanewon Sleman di SDN 2 Sleman.

Untuk titik terbanyak di kapanewon Tempel meliputi padukuhan Tangisan, Plambongan, Senoboyo, Bulan, SD Banyurejo 2, SD Banyurejo 4, MTSN 2 Sleman, Donojayan, Bangunrejo, Canggal, Bening, Kantongan B, Kembang, Soka Wetan, Soka Martani, Soka Binangun, Selorejo, Sono Kulon, Soko Tegal, Gondanglegi, SD Salamrejo, dan Plumbon Kidul.

Serta di Turi meliputi Gondorejo, Masjid Al Ikhlas, Banjarsari, Ngangrung, dan Dukuhsari.

“Total air bersih yang kami lakukan dropping ke wilayah tersebut pada Selasa mencapai 83 ribu liter,” terang Bambang.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, pemerintah sampai saat ini juga masih cukup mampu menangani permasalahan kekeringan di Sleman.

Kegiatan dropping pun masih dapat dilakukan oleh instansi terkait ke wilayah terdampak.

Dari segi anggaran, menurutnya, Pemkab Sleman juga masih memiliki Belanja Tak Terduga (BTT). Sehingga, politisi PDI Perjuangan itu pun optimis kalau pihaknya mampu menangani kekeringan sampai akhir tahun mendatang.

"Untuk anggaran BTT besarannya sekitar sepuluh sampai lima belas miliar," terang Danang beberapa waktu lalu. (inu)

Editor : Bahana.
#Droping Air Bersih #Sleman (Hunian) Sehat #kekeringan 2023 #Hujan