SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta agar masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit saat musim pancaroba.
Pasalnya, sampai saat ini penyakit pernapasan yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, kondisi udara yang hangat dapat membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak. Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.
Cahya menyebut, pada masa pancaroba seperti sekarang potensi penyakit pernapasan seperti batuk, pilek dan flu akan mudah menjangkiti masyarakat.
Bahkan menurutnya juga sudah ada peningkatan pasien di puskesmas hingga 20 persen dibandingkan sebelum pancaroba.
"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," ujar Cahya, Selasa (21/11).
Dengan kondisi itu, Cahya meminta agar masyarakat mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kemudian juga menggunakan masker agar bisa terlindungi dan tidak menyebarkan virus ketika sakit.
Selain penyakit pernapasan tersebut, dia juga menghimbau agar masyarakat mulai mewaspadai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis.
Karena pada musim penghujan ada kemungkinan kedua penyakit tersebut akan mudah tersebar.
"Mulai musim hujan kita harus hati-hati dengan demam berdarah, leptospirosis, dan sebagainya," ungkap Cahya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati membeberkan, bahwa hingga bulan November ini pihaknya mencatat ada 58 kasus leptospirosis.
Dari jumlah tersebut ada enam orang yang meninggal dunia akibat penyakit itu.
Sementara untuk temuan kasus DBD. Dinkes Sleman mencatat dari Januari hingga Oktober tahun ini setidaknya sudah ada 128 kasus DBD di kabupaten Sleman.
Dari jumlah kasus tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia.
"Kami himbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyebaran DBD dan Leptospirosis" katanya.(inu)
Editor : Bahana.