RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memastikan tidak ada agenda wisata pada libur akhir tahun ini. Meskipun demikian, instansi tersebut optimis target kunjungan tetap tercapai.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, hingga Oktober kunjungan wisata ke kabupaten Sleman telah mencapai 5,9 juta wisatawan. Jumlah itu hampir menyentuh target kunjungan tahun ini sebanyak tujuh juta wisatawan.
Ishadi mengaku, selama libur akhir tahun nanti pihaknya juga tidak akan menyelenggarakan acara wisata. Lantaran kalender event wisata kabupaten Sleman sudah ditutup dengan Ngayogjazz yang terselenggara pada pertengahan bulan ini.
Meskipun demikian, dia tetap optimis target kunjungan tahun ini tetap bisa tercapai. Dikarenakan, wisatawan tetap akan datang ke kabupaten Sleman untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata favorit.
"Untuk destinasi wisata andalan kami ada di Tebing Breksi, Candi Prambanan, dan wisata lereng Gunung Merapi," ujar Ishadi, Selasa (21/11).
Lebih lanjut, Ishadi mengungkapkan, bahwa selain di beberapa destinasi wisata favorit itu, kawasan Sleman barat juga sudah mulai berkembang. Salah satunya di desa wisata wisata Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan.
Menurutnya, desa wisata tersebut mulai kerap dikunjungi wisatawan pascagelaran festival musik Ngayogjazz tahun lalu. Hal itulah yang kemudian membuat Pemkab Sleman kembali melaksanakan Ngayogjazz tahun ini di sisi barat. Yakni di Padukuhan Gancahan, Sidomulyo, Godean.
"Memang kita harapannya event yang sudah diselenggarakan bisa berdampak pada kunjungan wisatawan," terang Ishadi.
Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan, Ngayogjazz memang cukup berdampak positif pada sektor pariwisata. Terlebih lagi penonton yang datang tidak hanya wisatawan lokal. Namun juga ada sebagian wisatawan mancanegara.
"Melalui Ngayogjazz Sleman jadi lebih dikenal masyarakat luas," ungkap Danang. (inu)