SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman) kini tengah melakukan investigasi terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta kelinci.
Instansi itu mengakui memang belum ada pemeriksaan rutin khusus untuk kendaraan jenis tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan kereta kelinci.
Dishub Sleman tengah melakukan pemeriksaan pada jalan-jalan ekstrem di wilayah kapanewon Prambanan atas.
"Nanti ada pemasangan rambu larangan untuk dilintasi kendaraan yang manuvernya susah, seperti kereta kelinci," ujar Arip kepada Radar Jogja, Senin (20/11).
Baca Juga: Kereta Kelinci Ngguling Akibat Tak Kuat Nanjak di Prambanan, Polisi: Delapan Orang LukaArip menyebut, sejatinya kereta kelinci memang tidak diperuntukkan untuk melintasi jalan-jalan umum serta jalan yang memiliki medan ekstrim. Menurutnya, kendaraan seperti kereta kelinci hanya boleh digunakan untuk daerah-daerah wisata.
Dia pun mengakui, kalau sampai saat ini memang belum ada pemeriksaan secara rutin khusus untuk kereta kelinci. Seperti yang sudah diterapkan pada mobil-mobil jip wisata.
Baca Juga: Waduh! Masih Ada Ribuan Bayi Stunting di Sleman, Ternyata Penyebabnya Kekurangan Asupan Ini..."Di perhubungan belum ada (pemeriksaan kereta kelinci), saat ini juga belum kita agendakan karena harus koordinasi dengan kepolisian juga," terang Arip.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebuah kereta kelinci berpenumpang 45 orang mengalami kecelakaan di Jalan Sumberwatu, Padukuhan Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman pada Minggu (19/11). Akibat kejadian tersebut delapan orang mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Sleman Kompol Andhies Fitria Utomo menyampaikan, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu bermula ketika kereta kelinci melakukan perjalanan dari Padukuhan Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul.
Kendaraan tersebut dikendarai oleh AA,19 warga Klaten dan kernet berinisial GN,42 warga Banguntapan.
Baca Juga: Kebakaran Motor di Jalur Lintas Selatan (JJLS), Diduga Akibat Konsleting Listrik dan Berikut Tips Mencegahnya!Ia membeberkan, kereta kelinci tersebut rencananya akan menuju Bayat, Klaten untuk berziarah ke Makam Sunan Pandanaran.
Namun, sesampainya di Jalan Sumberwatu pada pukul 09.30, diduga kereta kelinci tersebut tidak kuat menanjak. Sehingga terjadilah lakalantas.
"Penyebab kecelakaan karena kereta kelinci menanjak namun tidak kuat, sehingga melaju mundur dan membuat gerbong kedua terguling," ungkap Andhies. (inu)