SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat ada penurunan cukup signifikan kasus stunting pada tahun ini.
Walaupun demikian, jumlah bayi dikategorikan menderita stunting juga cukup banyak.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, dari indeks EPP GBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) stunting di kabupaten Sleman menyentuh 4,51 pada tahun 2023.
Angka itu turun cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 6,88.
"Penurunan stunting tahun ini melebihi harapan, target 2023 itu enam kurang sedikit.
Namun dengan masifnya penanggulangan stunting tahun ini ternyata cukup bagus penurunannya," ujar Cahya saat ditemui, Senin (20/11).
Menurut dia, jumlah bayi di kabupaten Sleman yang saat ini masih menderita stunting ada 2.208 jiwa.
Temuan terbanyak ada di kapanewon Pakem sebesar 8,69 persen dan Seyegan 7,1 persen.
Sementara untuk keseluruhan balita di wilayah tersebut tercatat ada sebanyak 55.213 jiwa.
Dari jumlah itu yang dapat dipantau kecukupan gizinya mencapai 48.957 balita atau sudah menyentuh sekitar 85 sampai 90 persen.
Cahya menerangkan, bahwa penyebab stunting tidak selalu karena kemiskinan. Namun penyebab utamanya justru disebabkan faktor salah pola asuh atau kurang tepatnya pemberian gizi.
Ia menyebut, sebagian orang tua ada yang hanya memberi asupan karbohidrat kepada anaknya. Padahal untuk mengatasi stunting pemberian gizi berupa protein sangat diperlukan.
"Bayi kalau hanya diberi karbohidrat itu hanya gemuk. Padahal memerlukan protein untuk meningkatkan tinggi badannya," terang Cahya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, pihaknya berupaya agar stunting di wilayahnya terus berkurang.
Langkah-langkah yang dilakukan pemkab di antaranya dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta dukungan berbagai pihak.
Ia berharap, pada tahun 2024 target penurunan stunting dari indeks Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bisa menyentuh 14 persen dari tahun ini sebesar 15 persen.
Sementara jika dari EPP GBM angka penurunannya ditarget menyentuh lima persen.
"Kami terus berupaya untuk menekan angka stunting," ungkap orang nomor satu di Sleman itu. (inu)
Editor : Bahana.