SLEMAN - Sebuah kereta kelinci berpenumpang 45 orang mengalami kecelakaan di Jalan Sumberwatu, Padukuhan Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, pada Minggu (19/11). Akibat kejadian tersebut delapan orang mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Sleman Kompol Andhies Fitria Utomo mengatakan, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu bermula ketika kereta kelinci melakukan perjalanan dari Padukuhan Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul.
Kendaraan tersebut dikendarai oleh AA, 19, warga Klaten dan kernet berinisial GN, 42, warga Banguntapan.
Baca Juga: Unik! Ratusan Bajingan Ikut Sosialisasi Pemilu 2024 di Kabupaten SlemanAndhies membeberkan, kereta kelinci tersebut rencananya akan menuju Bayat, Klaten, untuk berziarah ke Makam Sunan Pandanaran. Namun, sesampainya di Jalan Sumberwatu sekitar pukul 09.30, diduga kereta kelinci tersebut tidak kuat menanjak. Terjadilah lakalantas.
"Penyebab kecelakaan karena kereta kelinci menanjak namun tidak kuat, sehingga melaju mundur dan membuat gerbong kedua terguling," ujar Andhies dalam laporannya kepada Radar Jogja, Minggu (19/11).
Akibat kejadian itu, sambung Andhies, sebanyak delapan orang warga Padukuhan Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul, mengalami luka. Adapun korban antara lain, HS, seorang ibu rumah tangga mengalami patah tangan kanan dan kini dalam perawatan di RSUS Prambanan.
Baca Juga: Tidak Punya Utang, Harta Kekayaan Kustini Sri Purnomo Justru Berkurang saat Menjabat sebagai Bupati Sleman , Simak Rinciannya...Kemudian SR, 38, seorang ibu rumah tangga mengalami luka sesak napas dan menjalani observasi di RSUD Prambanan.
Lalu HFR, 11, seorang pelajar, mengalami nyeri pada bagian pinggang sebelah kiri dan menjalani observasi di RSUD Prambanan.
Korban lain berinisial NT, seorang perempuan yang mengalami pusing dan memar serta merasakan mual. Perempuan 36 tahun itu harus menjalani observasi di RS PKU Muhammadiyah Klaten.
Kemudian ada FW, 43,seorang ibu rumah tangga mengalami luka nyeri pada pinggang kiri dan menjalani observasi di RS PKU Muhammadiyah Klaten. Lalu RB, 47,tahun harus menjalan observasi di RS PKU Muhammadiyah Klaten karena mengalami luka lecet dan hidung berdarah.
Baca Juga: Kalurahan Caturharjo Sleman Dipilih Sebagai Lokasi TPST, Lurah: Kalau Tidak Sesuai Sosialisasi, Warga MenolakSelain itu, korban YS, 30,mengalami luka lecet pada pipi sebelah kiri dan menjalani observasi di RS PKU Muhammadiyah Klaten.
Korban terakhir berinisial SG, 53, mengalami dislokasi lutut kanan dan memar serta harus menjalani observasi di RS PKU Muhammadiyah Klaten.
"Satu orang penumpang harus menjalani rawat inap," beber Andhies. (inu)