Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fisipol UGM Sebut Narasi Perubahan Iklim Menjalar ke Sosial Politik

Wulan Yanuarwati • Rabu, 15 November 2023 | 00:23 WIB
TANTANGAN: Research days Fisipol UGM, berlangsung 13-17 November 2023. Mengusung tiga tema utama, yakni transformasi digital, inklusi sosial, dan perubahan iklim. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
TANTANGAN: Research days Fisipol UGM, berlangsung 13-17 November 2023. Mengusung tiga tema utama, yakni transformasi digital, inklusi sosial, dan perubahan iklim. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Tantangan terberat ilmu sosial dan politik ialah memberikan penjelasan pelbagai fenomena disrupsi terhadap kondisi saat ini. Salah satunya ialah menyoal dinamika perubahan iklim yang sudah merambah ke pelbagai sektor penting kehidupan manusia.

Hal ini diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Wawan Mas’udi pada pekan pemaparan hasil penelitian atau research days.

Acara yang berlangsung 13-17 November 2023 ini memaparkan hasil penelitian para dosen, peneliti, dan seluruh civitas akademika.

"Yang paling pokok terkait perubahan iklim, ini kan selama ini narasinya lebih ke narasi ilmu alam, dan sebagainya. Sementara kita tahu perubahan iklim punya pengaruh sosial, politik, ekonomi yang sangat luar biasa," ujarnya, Selasa (14/11/2023).

Wawan menyebut Fisipol UGM sudah 3-4 tahun ini fokus pada pengembangan kajian khusus yang fokus pada adaptasi perubahan iklim. Termasuk perkembangan green society.

Terjadi dominasi pengambilan keputusan yang fokus pada keuntungan politik dan ekonomi saja. Tanpa memperhitungkan dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. Apalagi mengindahkan dampak lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim.

"Jadi, dasarnya adalah mencoba melihat perubahan iklim yang berlangsung, kira-kira pergeseran kekuasaan, pengaruhnya terhadap pergeseran kekuasaan seperti apa," ujarnya.

Wawan menilai, perubahan iklim memang mempengaruhi tata kelola kekuasaan. Maka penting dikaji lebih dalam.

Bahkan, Fisipol UGM mendorong munculnya mata kuliah yang berkaitan dengan politik dan aspek sosial dari lingkungan.

"Jangan sampai masyarakat hanya menjadi objeknya. Posisi masyarakat di mana?," imbuhnya.

Sementara itu, research days Fisipol UGM mengusung tiga tema utama, yakni transformasi digital, inklusi sosial, dan perubahan iklim.

Tiga isu tersebut mendorong pergeseran besar-besaran di berbagai aspek kehidupan. Atau yang disebut dengan megashift.

Transformasi digital menawarkan kemajuan ekonomi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Sekaligus menghadirkan tantangan digital kolonialisme dan kesenjangan akses.

Kemudian, persoalan inklusi sosial mencuat di tataran nasional hingga global. Di tengah perkembangan teknologi dan perekonomian yang belum benar-benar pulih akibat pandemi Covid-19, inklusi sosial perlu bergerak maju.

Mulai dari partisipasi kelompok marjinal hingga pencegahan diskriminasi terhadap kelompok rentan karena berubahnya kualitas hidup manusia.

"Tentu saja ilmu sosial harus bisa mengantisipasi fenomena ini. Karena munculnya banyak misorientasi dan sumber kekuasaan baru. Dan, ini membutuhkan adaptasi yang signifikan dalam ilmu sosial dan ilmu politik," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof Pratikno, yang juga merupakan alumnus Fisipol UGM. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#ilmu sosial #Politik #UGM