SLEMAN - Pemkab Sleman menawarkan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,5 miliar untuk pengadaan alat pemilah sampah.
Terhadap Tempat Pengelolaan Sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang mampu mengelola sampah sampai 10 ton per hari.
Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penanganan Sampah Kabupaten Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk percepatan penanganan masalah sampah di Sleman.
Karena itu pihaknya pun menantang agar pengelola TPS3R agar mampu mengelola sampah dengan jumlah besar.
Dibyo sapaanya membeberkan, terkait dengan program tersebut pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp. 6 miliar. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk pengadaan empat alat pemilah sampah tersebut dengan nilai per alat mencapai Rp. 1,5 miliar.
"Jika ada TPS3R di Sleman yang mampu mengelola sampah 10 ton per hari kami berikan alat tersebut," ujar Dibyo, Selasa (14/11).
Kepala Bappeda Sleman itu mengungkapkan, bahwa sampai saat ini kabupaten Sleman telah memiliki 32 TPS3R.
Namun tidak semuanya mampu mengelola sampah secara optimal. Harapannya dengan tantangan tersebut mampu kembali menghidupkan kembali semangat TPS3R untuk mengelola sampah.
Sementara jika tidak ada TPS3R yang mampu mengelola sampah 10 ton per hari.
Baca Juga: Jokowi Desak Joe Biden Untuk Berbuat Lebih Banyak Untuk Mengakhiri Kekejaman Di Gaza
Dibyo mengaku, alat pemilah sampah senilai Rp. 1,5 miliar itu akan dialokasikan ke depo sampah milik Pemkab Sleman. Agar kemudian depo bisa mengolah sampah dengan lebih baik lagi.
"Kami memiliki 12 depo, harapan kami bisa dilengkapi alat pengolah dan pemilah sampah. Sehingga mampu mengurangi 10 ton sampah di tiap transfer depo," terangnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, pemkab juga telah menjalin kerjasama dengan PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam pengelolaan sampah.
Nantinya sampah yang diproduksi dari Bumi Sembada akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
"Ini adalah salah satu upaya dari Pemkab Sleman untuk mengatasi persoalan sampah," beber Kustini. (inu)
Editor : Bahana.