Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Penghujan, Waspada Banjir Lahar Dingin 

Iwan Nurwanto • Sabtu, 11 November 2023 | 14:35 WIB
DIBINA: Pengamen dan pengemis yang terjaring dalam razia di kawasan wisata Pantai Parangtritis pada Minggu (12/6).(ISTIMEWA)
DIBINA: Pengamen dan pengemis yang terjaring dalam razia di kawasan wisata Pantai Parangtritis pada Minggu (12/6).(ISTIMEWA)

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman meminta agar masyarakat waspada berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Namun khusus bagi warga kawasan Gunung Merapi, juga diminta berhati-hati dengan adanya ancaman banjir lahar dingin.


Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi muncul ketika musim pancaroba. Dimana hal tersebut akan ditandai dengan cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai hujan deras.


Selain itu, peralihan musim kemarau ke penghujan juga akan membuat pembentukan awan kumulonimbus. Sehingga dapat memicu bencana angin puting beliung sampai hujan es.


"Kondisi itu juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor, serta banjir lahar dingin kalau hujan terjadi di lereng Merapi," ujar Makwan kemarin (10/11).

Karena itu, dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi risiko. Yakni dengan memastikan kondisi atap rumah, hingga mengurangi ranting pohong.

Sementara untuk mengurangi banjir atau genangan, Makwan meminta, agar masyarakat mulai membersihkan saluran air. Serta tidak membuang sampah pada saluran drainase.


"Untuk di jalan raya baliho-baliho juga diperiksa, apakah tiang sudah kuat dan lubang angin berfungsi dengan baik," imbaunya.

Dari segi kesiapan, mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman itu mengaku, sudah mulai mengaktifkan posko kesiapsiagaan. Entah itu yang dikelola BPBD Sleman, kapanewon, komunitas, maupun di wilayah rawan bencana seperti Kaliurang.


Kemudian, sambungnya, BPBD Sleman juga telah menerapkan piket di posko-posko selama 24 jam penuh. Juga mempersiapkan peralatan evakuasi, armada, serta logistik. "Kami pastikan sudah dalam kondisi ready," tegasnya.


Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono menyampaikan, potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi di Jogjakarta meliputi hujan disertai angin kencang. Namun ketika masa pancaroba seperti sekarang, hujan es dan puting beliung juga berpotensi terjadi.

Dia menyebut, potensi bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba juga dapat terjadi lebih awal di beberapa wilayah. Seperti Kabupaten Sleman, Kota Jogja, Kulon Progo bagian utara, serta Kabupaten Gunungkidul bagian utara. "Wilayah itu berpotensi angin kencang di awal masa pancaroba," beber Jojo, sapaan akrabnya. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#banjir lahar dingin #Gunung Merapi #bencana hidrometeorologi #BPBD Sleman