SLEMAN, RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman meminta agar masyarakat waspada berbagai potensi bencana hidrometeorologi.
Khusus bagi warga kawasan Gunung Merapi juga diminta berhati-hati banjir lahar dingin.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi muncul ketika musim pancaroba. Dimana hal tersebut akan ditandai dengan cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai hujan deras.
Selain itu, peralihan musim kemarau ke penghujan juga akan membuat pembentukan awan cumulonimbus. Sehingga dapat memicu bencana angin puting beliung sampai hujan es.
Baca Juga: Selamat Hari Pahlawan ! Pimpin Jepara 30 Tahun, Ratu Kalinyamat Dapat Gelar Pahlawan Indonesia
"Kondisi itu juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor, serta banjir lahar dingin kalau hujan terjadi di lereng Merapi," ujar Makwan kepada Radar Jogja, Jumat (10/11).
Karena itu, dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi resiko.
Yakni dengan memastikan kondisi atap rumah benar-benar aman lalu diperkuat.
Selain itu, pohon yang kering juga dipotong dan dikurangi rantingnya agar tidak menimpa kawasan permukiman.
Sementara untuk mengurangi banjir atau genangan, Makwan meminta, agar masyarakat mulai membersihkan saluran air. Serta tidak membuang sampah pada saluran drainase.
"Untuk di kalan raya baliho-baliho juga diperiksa, apakah tiang sudah kuat dan lubang angin berfungsi dengan baik," katanya.
Dari segi kesiapan, mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman itu mengaku, sudah mulai mengaktifkan posko kesiapsiagaan.
Entah itu yang dikelola BPBD Sleman, kapanewon, komunitas, maupun di wilayah rawan bencana seperti Kaliurang.
Kemudian, sambungnya, BPBD Sleman juga telah menerapkan piket di posko-posko selama 24 jam penuh. Juga mempersiapkan peralatan evakuasi, armada, serta logistik.
"Kami pastikan sudah dalam kondisi ready," terangnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono menyampaikan, potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi di Jogjakarta meliputi hujan disertai angin kencang.
Namun ketika masa pancaroba seperti sekarang, hujan es dan puting beliung juga berpotensi terjadi.
Dia menyebut, potensi bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba juga dapat terjadi lebih awal di beberapa wilayah.
Seperti kabupaten Sleman, Kota Jogja, Kulon Progo bagian utara, serta kabupaten Gunungkidul bagian utara.
"Wilayah itu berpotensi angin kencang di awal masa pancaroba," ungkap Jojo sapaan akrabnya.
Editor : Bahana.