Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Turun Hujan Kekeringan di Sleman Justru Meluas, BPBD Masih Lakukan Droping Air Bersih

Iwan Nurwanto • Kamis, 9 November 2023 | 17:50 WIB
DAMPAK KEMARAU: Personel BPBD Sleman saat melakukan droping air bersih ke Puskesmas Ngaglik II.DOKUMENTASI BAMBANG KUNTORO 
DAMPAK KEMARAU: Personel BPBD Sleman saat melakukan droping air bersih ke Puskesmas Ngaglik II.DOKUMENTASI BAMBANG KUNTORO 

SLEMAN, RADAR JOGJA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat peningkatan jumlah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

Padahal, beberapa waktu lalu wilayah tersebut sempat diguyur hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya memang masih melakukan penyaluran air bersih.

Hingga awal bulan November ini saja setidaknya ada sembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping.


"Meski sebagian sudah turun hujan, droping air bersih masih berjalan," ujar Bambang kepada Radar Jogja, Kamis (9/11).


Diungkapkan Bambang, kesembilan wilayah itu di antaranya kapanewon Godean meliputi kalurahan Sidorejo dan Sendangagung.

Kemudian Minggir di kalurahan Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, dan Sendangsari.


Lalu di kapanewon Moyudan meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumbersari.

Kekeringan juga terjadi di kapanewon Ngaglik meliputi kalurahan Donoharjo dan Sukoharjo. Serta di Pakem di kalurahan Hargobinangun.


Kapanewon Seyegan juga kekurangan air bersih meliputi kalurahan Margodadi dan Margokaton. Lalu di kapanewon Sleman meliputi kalurahan Tridadi dan Triharjo.

Kemudian juga kapanewon Tempel meliputi kalurahan Banyurejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Serta kapanewon Turi di kalurahan Wonokerto.


Sementara jumlah jiwa yang terdampak. Bambang membeberkan, bahwa ada sebanyak 3.625 kepala keluarga dengan jumlah 13.786 jiwa di kabupaten Sleman yang kesulitan air bersih

"Total sudah 3.460.900 liter air bersih yang kami salurkan ke wilayah terdampak kemarau," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono menyampaikan, untuk saat ini sebagian wilayah di Jogjakarta sudah mengalami turun hujan. Namun beberapa wilayah lainnya juga tengah mengalami masa pancaroba.


Dari hasil pantauan BMKG, Warjono menerangkan, bahwa beberapa wilayah di Jogjakarta juga memiliki potensi diguyur hujan.

Untuk peluang hujan kurang dari 20 mm diperkirakan terjadi di DIY dengan probabilitas 50 sampai 90 persen.

Kemudian peluang hujan kurang dari 50 mm diperkirakan terjadi dengan probabilitas 80 sampai 90 persen.

Lalu, untuk peluang hujan kurang dari 100 mm kemungkinan terjadi di DIY dengan probabilitas lebih dari 90 persen.

"Sementara untuk peluang kejadian hujan lebih dari 100 mm diperkirakan terjadi di wilayah DIY dengan probabilitas kurang dari 10 persen," terang Jojo sapaan akrabnya. (inu)

Editor : Bahana.
#Droping Air Bersih #kemarau #Sleman #Hujan #BPBD