SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta menyebut potensi bencana hidrometeorologi berpotensi muncul pada masa pancaroba.
Yakni, selama peralihan dari musim kemarau panjang ke musim penghujan seperti saat ini.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi di Jogjakarta meliputi hujan disertai angin kencang.
Namun, ketika masa pancaroba seperti sekarang, hujan es dan puting beliung juga berpotensi terjadi.
Dia menyebut, potensi bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba juga dapat terjadi di beberapa wilayah. Seperti Kabupaten Sleman, Kota Jogja, bagian utara Kulon Progo, serta bagian utara Kabupaten Gunungkidul.
"Wilayah itu berpotensi angin kencang di awal masa pancaroba," ujar Jojo sapaan akrabnya kepada Radar Jogja, Selasa (7/11).
Dari hasil pantauan BMKG, Jojo menerangkan, bahwa beberapa wilayah di Jogjakarta juga memiliki potensi diguyur hujan. Untuk peluang hujan kurang dari 20 mm diperkirakan terjadi di DIY dengan probabilitas 50 sampai 90 persen.
Kemudian peluang hujan kurang dari 50 mm diperkirakan terjadi dengan probabilitas 80 sampai 90 persen. Lalu, untuk peluang hujan kurang dari 100 mm kemungkinan terjadi di DIY dengan probabilitas lebih dari 90 persen.
"Sementara untuk peluang kejadian hujan lebih dari 100 mm diperkirakan terjadi di wilayah DIY dengan probabilitas kurang dari 10 persen," terang Jojo.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menyatakan, pihaknya sudah bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi. Dia pun menghimbau agar masyarakat waspada terhadap berbagai potensi bencana pada masa pancaroba.
"Kami meminta masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem," katanya. (inu)