SLEMAN - Memasuki musim penghujan seperti sekarang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta agar masyarakat waspada terhadap perkembangbiakan nyamuk.
Karena dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, awal musim penghujan merupakan siklus pertumbuhan nyamuk.
Lantaran akan banyak terjadi genangan yang diakibatkan air hujan.
Ia membeberkan, bahwa dari Januari hingga Oktober tahun ini setidaknya sudah ada 128 kasus DBD di kabupaten Sleman.
Baca Juga: Instagram Wrapped Menjadi Trending di Sosial Media
Dari jumlah kasus tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia.
"Untuk jumlah meninggal satu orang dengan komorbid DM (Diabetes Melitus)," ujar Yuli sapaanya, Senin (6/11).
Menurut Yuli, saat ini masyarakat bisa melakukan pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Sehingga kemudian wilayah sekitar tempat tinggal tidak menjadi tempat bersarang nyamuk penyebab penyakit.
"Upayanya dapat dilakukan dengan menguras dan menutup tempat penampungan, serta mendaur ulang barang-barang yang mungkin jadi tempat perkembangbiakan nyamuk," sambung mya.
Disamping melakukan PSN, dia juga menghimbau, agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Baca Juga: Gebyar Batik Sleman Resmi Ditutup, Sukses Optimalkan Promosi dan Branding Batik Khas Sleman
Agar kemudian imunitas tubuh meningkat dan dapat mencegah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Lebih lanjut, Yuli menyatakan, bahwa untuk menekan jumlah kasus DBD di Sleman pihaknya juga menggalakan gerakan satu rumah satu jumantik.
Sehingga harapannya pada tahun ini tidak terjadi lonjakan kasus DBD.
"Kami himbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyebaran DBD," katanya.
Baca Juga: Wow Ini Dia 6 Makanan yang Baik dan Sehat Dikonsumsi Saat Haid, Menyehatkan dan Mudah Sekali Didapat
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menyampaikan, pihaknya sudah memiliki salah satu upaya pencegahan DBD.
Yakni melalui Si Wolly Nyaman yang launching pada 21 Mei 2021 lalu.
"Inovasi ini sudah terlaksana di beberapa kapanewon," ujar Cahya beberapa waktu lalu. (inu)