RADAR JOGJA - Kekeringan melanda sejumlah wilayah akibat kemarau panjang di Kabupaten Sleman. Bahkan di Kapanewon Tempel, sebagian sumur warga mengering. Sehingga warga mengalami krisis air bersih.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dr Raudi Akmal mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Mengingat wilayah Sleman secara umum kaya akan sumber air bersih. "Kondisi ini memang tidak kita harapkan. Dan ini telah terjadi, sehingga kita harus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih saat ini," ujar Raudi di sela menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Dusun Jambean dan Kajoran, Banyurejo, Tempel, Jumat (3/11).
Total 16 ribu liter air yang disalurkan menggunakan mobil tangki ke setiap dusun. Air kemudian ditampung di tempat penampungan yang sudah disiapkan warga. "Kalau masih ada yang butuh (air bersih, Red) kami akan drop lagi," janjinya.
Raudi juga akan terus mengidentifikasi wilayah yang warganya mengalami kesulitan air. Khususnya di wilayah Kapanewon Turi, Tempel, Sleman.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman Bambang Kuntoro mencatat saat ini ada 17 kalurahan di delapan kapanewon yang kekurangan air bersih. Antara lain, Tempel meliputi Kalurahan Banyurejo, Merdikorejo, dan Margorejo.
Kemudian Kapanewon Pakem di Kalurahan Hargobinangun. Lalu Kapanewon Moyudan meliputi Kalurahan Sumberagung, Sumberarum, dan Sumbersari. Di Kapanewon Ngaglik ada dua kalurahan, yakni Donoharjo dan Sukoharjo.
Sementara di Seyegan meliputi Kalurahan Margodadi dan Margokaton. Sedangkan Kapanewon Minggir di Kalurahan Sendangagung, Sendangsari, Sendangrejo, dan Sendangarum. Serta di Kalurahan Sidorejo (Godean) dan Tridadi (Sleman).(yog)
Editor : Satria Pradika