Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Permintaan Beras Turun 25 Persen, Pemkab Sleman Gelontorkan Subsudi Rp 500 Juta

Iwan Nurwanto • Kamis, 19 Oktober 2023 | 15:30 WIB
TERJUN LANGSUNG: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melaksanakan operasi pasar murah dan penyerahan pakta integritas kepada para pedagang beras di Pasar Gamping Rabu (18/10/23).
TERJUN LANGSUNG: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melaksanakan operasi pasar murah dan penyerahan pakta integritas kepada para pedagang beras di Pasar Gamping Rabu (18/10/23).

 

RADAR JOGJA - Harga beras di Kabupaten Sleman masih tergolong tinggi. Akibatnya permintaan beras di kalangan pedagang pun menurun drastis.
Salah satu pedagang beras di Pasar Gamping Sigit Yuniedi mengatakan, semenjak ada kenaikan harga, permintaan beras menurun sampai 25 persen. Sebelumnya dia mampu menjual sampai satu ton beras per hari. Sementara untuk sekarang, hanya terjual 750 kilogram.


Menurutnya, penurunan permintaan beras itu dikarenakan harganya yang semakin melambung. Adapun harga beras jenis premium per kilogramnya kini mencapai Rp 14 ribu. Sementara beras medium harganya Rp 12 ribu per kilogram.


Sigit menilai, kenaikan harga beras tersebut cukup signifikan. Sebab sebelum Agustus, harga beras berkisar Rp 10 ribu per kilogram. Dia pun berharap, harga beras bisa turun agar permintaan komoditas bahan pokok tersebut dapat kembali normal.
"Untuk penyebab kenaikan, harga mungkin karena pasokan gabah berkurang diakibatkan musim kemarau," ujar Sigit saat ditemui Rabu (18/10).


Sebagai upaya menstabilkan harga beras, Pemkab Sleman telah melaksanakan kegiatan operasi di Pasar Gamping. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, operasi pasar diselenggarakan dengan skema pemberian reduksi biaya distribusi kepada pedagang besar komoditas beras.


Para pedagang besar itu telah dilengkapi dengan pakta integritas, agar bisa menjual kepada pedagang pengecer. Kemudian para pedagang pengecer pun juga diwajibkan melengkapi pakta integritas agar bisa menjual beras yang telah disubsidi kepada masyarakat.


Kustini menjelaskan, subsidi yang digelontorkan Pemkab Sleman mencapai Rp 500 juta untuk 217 ton beras. Subsidi tersebut untuk mereduksi harga jual beras sampai Rp 2.300 per kilogram dengan maksimal pembelian dari masyarakat sebesar lima kilogram.


"Kegiatan oeprasi pasar diaharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau, di tengah gejolak kenaikan harga beras akibat El Nino," tandas Kustini. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#kombis #Pasar Gamping #Kabupaten Sleman #harga beras #komunikasi Bisnis