SLEMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat ada puluhan kelompok pembudidaya ikan yang terdampak penutupan Selokan Mataram.
Kondisi itupun dikhawatirkan dapat mempengaruhi produksi sektor perikanan.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono mengatakan, ada 28 kelompok pembudidaya ikan di empat kapanewon yang saat ini terkena imbas penutupan Selokan Mataram. Mayoritas pembudidaya yang terdampak pun tidak bisa melakukan produksi.
"Dengan perbaikan Selokan Mataram ini, masing-masing kelompok memanfaatkan waktu dengan melakukan perbaikan kolam dan saluran irigasi," Pram sapaan akrabnya, Selasa (17/10/2023).
Pram merinci, adapun empat kapanewon yang terdampak itun ada di kapanewon Seyegan sebanyak jumlah tujuh kelompok dengan total luas kolam mencapai 8,25 hektar dan produksi 363.120 kilogram.
Lalu di kapanewon Mlati sebanyak enam kelompok dengan luas kolam 2,53 hektar dan produksi 55.800 kilogram.
Kemudian dampak juga dirasakan di kapanewon Gamping sebanyak enam kelompok pembudidaya dengan luas kolam 1,55 hektar dengan jumlah produksi 321.750 kilogram.
Serta di kapanewon Godean sebanyak sembilan kelompok dengan luas kolam 10,68 hektar dan produksi 321.750 kilogram.
Sehingga total luasan kolam yang terdampak dari empat kapanewon terhitung mencapai 23,012 hektar.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Selasa, 17 Oktober 2023
Sementara untuk jumlah produksi ikan yang kemungkinan defisit ditaksir mencapai 831.822 kilogram dengan nilai Rp. 16,6 juta.
"Kondisi keempat kapanewon tersebut pada umumnya sudah melakukan panen awal sebelum dimulainya perbaikan selokan, hanya sebagian kecil kelompok yang berbudidaya dengan menggunakan sumur pompa antara lain di Seyegan dan Mlati," terang Pram. (inu)
Editor : Bahana.