Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Maulid Nabi di Ponpes Minggir, Gus Muwafiq Hidangkan Menu Tak Biasa

Heru Pratomo • Selasa, 17 Oktober 2023 | 04:37 WIB
Gus Muwafiq di Ponpes Minggir Sleman
Gus Muwafiq di Ponpes Minggir Sleman

 

RADAR JOGJA - Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Minggir, Sleman, asuhan KH Muwafiq atau Gus Muwafiq Minggu (15/10) malam berlangsung meriah. Belasan ribu jemaah yang memadati Ponpes Minggir, Sleman diberi sajian menu yang tak biasa.

Berbagai pertunjukan seni dan salawat turut memeriahkan acara tersebut, termasuk penampilan Mafia Sholawat, grup salawat yang didirikan oleh KH Muhammad Ali Shodiqin alias Gus Ali Gondrong.

Puncaknya, setelah acara selawat selesai, para jemaah yang hadir dipersilakan untuk mengambil berbagai macam hidangan yang telah disediakan sejak sore. Ada berbagai jenis buah-buahan, beberapa ingkung ayam petarung, daging ikan arapaima seberat 122 kilogram, daging kambing, hingga sapi.

Dalam sambutannya, Gus Muwafiq menyampaikan bahwa panitia sengaja menyediakan hidangan terbaik dalam peringatan Maulid Nabi tersebut. Sebab, acara tersebut ditujukan untuk memperingati hari kelahiran manusia terbaik, maka sudah sewajarnya hidangan yang disajikan juga hidangan-hidangan terbaik.

”Niki mauludan, kulo sediaken katah niki enten duren sak truk, kelopo, enten apel, enten pir, enten ndas sapi. Atos-atos nggih, ojo capit-capitan, silakan ambil sak kuate nggowo. (Ini Maulidan, saya sediakan banyak, ini ada durian satu truk, kelapa, ada apel, ada pir, ada kepala sapi. Hati-hati ya, jangan desak-desakan, silakan ambil sekuatnya bawa,” Ujar Gus Muwafiq, Minggu (15/10) malam.

Ia bercerita, pada zaman dulu, Rasulullah menjalankan puasa pada hari kelahirannya. Karena itu, para sahabat kemudian menyiapkan buka puasa untuk Sang Nabi.

Mereka membuat berbagai masakan yang berbeda-beda untuk kemudian dibawa ke Rasul.Para sahabat kemudian ikut makan bersama Nabi setelah dibacakan doa.

“Makan bareng jadi daging, barokah. Dagingnya enggak dibakar api neraka. Maka doanya barik lana temannya waqina ‘adhabannar. Dijauhkan dari api neraka, setelah itu makan makanan barokah ini, ketika dibawa pulang namanya berkat,” jelasnya.

Acara berlangsung sangat meriah saat waktu makan-makan tiba. Begitu pagar pembatas antara tempat hidangan dan penonton di buka, jemaah langsung berdesak-desakan dan berebut mengambil buah-buahan dan hidangan yang disediakan.

 

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #Minggir #ponpes #salawat #nabi #gus muwafiq