SLEMAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman mendapati sejumlah siswa sekolah yang menyimpan konten terlarang seperti aplikasi pornografi hingga judi online. Temuan itu didapatkan dalam kegiatan Satpol PP Goes To School selama dua hari, 11 dan 12 Oktober.
Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, kegiatan sambang sekolah itu dilakukan pihaknya sebagai upaya mencegah siswa sekolah melakukan tindak kejahatan. Sasarannya SMP dan SMA swasta serta negeri di Kapanewon Mlati dan Kapanewon Pakem.
Baca Juga: Satpol PP Sleman Larang Aktivitas Parkir dan Berjualan di Jalan Kebonagung, Ini Alasannya...Evie, sapaan akrabnya, membeberkan, dari sekolah di Kapanewon Pakem pihaknya menemukan beberapa siswa menyimpan video, gambar, dan aplikasi porno dalam handphone siswa.
Kemudian, juga ditemukan ada siswa yang tergabung dalam geng sekolah, memiliki rokok, serta terindikasi mengkonsumsi obat-obatan.
Sementara untuk sekolah di Kapanewon Mlati, Satpol PP Sleman menemukan siswa yang memiliki riwayat konten pornografi dan judi online dalam handphone-nya. Selain itu, ditemukan pula indikasi bullying serta beberapa siswa yang memiliki masalah keluarga berupa broken home.
Baca Juga: Satpol PP Sleman Kembali Tertibkan Reklame dan Spanduk Ilegal, Ada yang Bergambar CalegDari kegiatan tersebut Satpol PP Sleman melakukan pembinaan dan penyitaan. Tujuannya agar pelajar yang kedapatan menyimpan serta memiliki konten terlarang bisa menjadi siswa yang lebih baik.
"Jumlah siswa yang memiliki barang dan konten terlarang tidak sampai sepuluh," ujar Evie kepada Radar Jogja, Kamis (12/10).
Ia mengaku, tujuan kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang baik. Selain itu, dapat untuk mengantisipasi kegiatan negatif seperti tawuran dan kejahatan jalanan yang berpotensi dilakukan oleh para siswa.
Baca Juga: Waduh...Website Pengadilan Negeri Sleman Sempat Diretas Jadi Situs Judi Online, Begini PenjelasannyaEvie menyatakan, bahwa kegiatan Satpol PP Goes To School juga akan dilakukan di seluruh kapanewon di Sleman. Serta merupakan salah satu peran dari pihaknya untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
"Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi adanya geng sekolah," beber Evie.
Baca Juga: Kesulitan Cari Lokasi Peredaran Miras, Satpol PP DIY Andalkan Laporan WargaTerkait dengan upaya mencegah terjadinya kasus bullying. Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana memastikan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi.
Di antaranya, dengan sosialisasi anti kekerasan kepada guru, pelajar, bahkan hingga para orang tua siswa.
Kemudian, Dinas Pendidikan Sleman juga bekerjasama dengan sekolah untuk melakukan deklarasi anti bullying di semua jenjang. Serta menyampaikan edaran tentang pembentukan satuan tugas (satgas) penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Baca Juga: Pasca Penerapan Yustisi, Satpol PP Kota Jogja Masih Temui Pembuang Sampah Sembarangan"Kita terus lakukan pembinaan dan sosialisasi bekerja sama dengan instansi terkait," terang Ery. (inu)