RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat banyak kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) tahun ini. Bahkan jumlahnya ratusan. Dari jumlah itu, puluhan kasus di antaranya sudah masuk HIV stadium empat atau dalam kondisi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pada semester satu 2023 atau selama periode Januari hingga Juni tercatat ada 188 kasus HIV baru. Dari jumlah tersebut 41 kasus di antaranya dalam kondisi AIDS.
Yuli sapaanya menyampaikan, kasus HIV itu tercatat dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Sleman. Itu meliputi puskesmas maupun rumah sakit. Meskipun demikian, dia belum dapat merinci kategori penderita penyakit yang menyerang imunitas tubuh manusia tersebut."Tidak semuanya (penderita HIV/AIDS) merupakan warga Sleman," ujar Yuli kepada Radar Jogja,Kamis (5/10).
Ironisnya, kawasan kampus merupakan lingkungan yang rawan terjadi penularan penyakit HIV/AIDS. Sebab, di lingkungan kampus biasanya banyak terdapat klub-klub malam dan kost-kostan bebas. Kondisi itu membuat aktivitas seks bebas berpotensi dilakukan.
Menurut dia, untuk mencegah terjadinya penularan HIV-AIDS di lingkungan kampus memang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Namun juga perlu kerja sama lintas sektoral termasuk masyarakat. Sehingga aktivitas seks bebas pun dapat diantisipasi. "Tempat seperti itu rawan terjadi penularan HIV/AIDS jika regulasinya belum dikuatkan dengan pengawasan yang ketat," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga turut menyoroti aktivitas seks bebas yang berujung pada pembuangan bayi. Ia meminta, agar semua pihak dan elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Di antaranya melalui pengetatan ronda, jam kunjungan malam, dan jam belajar.
Menurut Kustini, peningkatan pengawasan itu penting karena kabupaten Sleman banyak ditinggali oleh pendatang. Sehingga perlu berbagai upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan."Saya minta peran pengawasan masyarakat di masing-masing kampung ditingkatkan," pesannya. (inu/din)