RADAR JOGJA – Penghentian aliran air Selokan Mataram akan dilakukan satu bulan ke depan. Pemeliharaan terhadap Selokan Mataram ini, sebagai upaya menekan tingkat kebocoran dari pemanfaatan air.
Sekprov DIJ Beny Suharsono mengatakan, perbaikan dilakukan di beberapa titik untuk menekan tingkat kebocoran. Sehingga selama proses perbaikan, saluran irigasi Selokan Mataram I yang mengalir dari Magelang menuju Sleman dikeringkan.
Terlebih, musim kemarau ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan penghentian aliran air karena tidak memasuki musim tanam para petani. "Sekarang mulai musim panen menuju pengolahan lahan nanti menunggu oncoran berikutnya, maka ada akselerasi untuk pemeliharaan Selokan Mataram," ujarnya Senin (2/10).
Menurutnya, pengeringan Selokan Mataram juga hal rutin yang dilakukan tiap tahunnya sebagai upaya perawatan operasional. "Jadi itu nyaris tiap tahun secara sirkular dilakukan terus menerus," jelasnya.
Beny menyebut, diskusi-diskusi kepada pengguna saluran air irigasi Selokan Mataram juga dilakukan demi kelancaran pemeliharaan. Salah satunya musyawarah kepada para petani pengguna air serta ada asosiasi pemanfaatan air di Selokan Mataram. "Jadi memang kita jaga supaya tingkat kebocoran dan efisiensi itu bisa dilakukan untuk persiapan musim tanam berikutnya," ucapnya.
Menurutnya, selain petani juga ada pelaku budi daya ikan di sepanjang Selokan Mataram yang turut memanfaatkan saluran irigasi. Di mana mengalami pergeseran dulunya dari pertanian untuk ke perikanan karena ada tuntutan untuk perkembangan kuliner.
Adapun waktu pengeringan itu disebut dilakukan sepanjang pemeliharaan. Dan telah sesuai dengan kesepakatan warga. "Jadi tidak bisa asal menutup, geger mengko. Kan (Selokan Mataram, Red) perlu napas, ya diistirahatkan," ucapnya.
Sementara itu, Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Air BBWSSO Rr Vicky Ariyanti mengatakan, pematian Selokan Mataram akan berlangsung dari tanggal 1-31 Oktober mendatang.
Hal Itu dilakukan, karena ada tiga pelaksanaan proyek yang dilakukan pihaknya. Di antaranya pembangunan bangunan ukur di saluran induk, pembangunan pintu, serta pemeliharaan sekaligus pengerukan sedimentasi.
"Untuk pengerjaan pembangunannya kami menggunakan zat adiktif agar bisa dipercepat, paling cepat selesai tiga minggu," beber Vicky. (wia/eno)
Editor : Satria Pradika