Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AQI Hackathon Ajak Anak Muda Ciptakan Inovasi Cerdas di Lingkungan Perkantoran

Fahmi Fahriza • Kamis, 28 September 2023 | 19:41 WIB
START: Sesi diskusi panel terkait kompetisi Ideathon dan Hackathon yang diselenggarakan AsiaQuest Indonesia dan berlangsung di ruang cinema Universitas Amikom Jogjakarta. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
START: Sesi diskusi panel terkait kompetisi Ideathon dan Hackathon yang diselenggarakan AsiaQuest Indonesia dan berlangsung di ruang cinema Universitas Amikom Jogjakarta. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Perkembangan teknologi dan digitalisasi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT) hingga Big Data makin dikembangkan ke banyak sektor salah satunya bidang perkantoran.

Guna memfasilitasi hal tersebut AsiaQuest Indonesia (AQI) menggelar kompetisi bertajuk AQI Hackathon 2023, kompetisi tersebut menjaring ide-ide dari para kreator maupun start up untuk membuat inovasi kantor yang cerdas.

Ketua panitia AQI Hackathon 2023 Reno Ardian Syaputra menjelaskan, bahwa kompetisi tersebut dibagi menjadi dua kategori.

"Ada dua kategori, Ideathon cukup mengajukan ide dan Hackathon mengajukan prototype," jelasnya pada Radar Jogja, Rabu (27/9).

Reno mengungkapkan, inovasi dalam dunia perkantoran dibutuhkan guna membuat karyawan bekerja lebih nyaman dan terintegrasi dengan teknologi yang lebih banyak.

"Kami ingin mengeliminasi kertas dan hal-hal konvensional yang menghambat operasional pekerjaan," sambungnya.

Diakuinya, guna menciptakan lingkungan perkantoran yang lebih efisien, produktif, dan nyaman salah satunya bisa dilakukan dengan memanfaatan teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), AI, IoT hingga
perangkat lainnya.

"Ini roadmapnya untuk jangka waktu panjang, dan harus mulai adaptif untuk memanfaatkan AI, IOT hingga big data itu," lontarnya.

Reno sendiri optimistis bahwa anak-anak muda memiliki peran signifikan dalam perkembangan teknologi yang ada.

"Mahasiswa punya peran dengan ide-ide segar yang bisa diimplementasikan termasuk di dunia perkantoran," sebutnya.

Terpisah, salah seorang peserta kompetisi Thareq Barasabha mengapresiasi kompetisi yang diadakan sebagai wadah untuk menaungi ide-ide kreatif dari para inovator.

Dalam kompetisi tersebut Thareq terlibat dalam Ideathon dan mengusung ide bantal leher yang dikombinasikan dengan Elektroensefalografi (EEG) atau metode yang dilakukan untuk memeriksa kondisi pada otak.

"Ide itu kami usung untuk meningkatkan produktivitas kerja para karyawan," terangnya.

Thareq sendiri optimistis bahwa pengoptimalan teknologi harus bisa dilakukan guna mempermudah ragam sub sektor dan kegiatan manusia, ia pun menilai bahwa SDM Indonesia secara umum memiliki banyak ide-ide kreatif.

"Ide kreatif banyak, hanya tinggal didukung dan dibimbing untuk mencapai goals yang diinginkan," tuturnya (iza).

Editor : Amin Surachmad
#big data #ai #internet of things (iot) #artificial intellegence