RADAR JOGJA – Laga PSS Sleman kontra Madura United yang berakhir imbang 1-1, kemarin (24/9) akan menjadi laga terakhir Pelatih Kepala PSS Sleman Marian Mihail. Pelatih asal Rumania mengundurkan diri dan menunggu keputusan manajemen. Namun, apapun keputusan tim berjuluk Super Elang Jawa itu, dia tidak akan menganulir keputusannya.
Mihail mengatakan, sudah menyapaikan representasi dan meminta kepada manajemen untuk memberhentikan kontraknya. Dia berharap minggu depan menyelesaikan dengan PSS. Menurutnya, ini adalah perjalanan yang menyenangkan. Dia senang dengan apa yang sedang terjadi di sini. “Saya meninggalkan pondasi yang baik," ujarnya.
Menurut pelatih berusian 65 tahun ini, dia sudah melakukan banyak hal untuk PSS Sleman. Namun dia juga tak memungkiri atas situasi sulit yang menimpa atas tim asuhannya. Pernyataan Mihail tersebut keluar lantaran, para fans tidak penah mendukungnya sejak awal. Tak pernah menerima caranya melatih.Walaupun begitu, dia tetap senang dan memberikan apa yang terbaik buat tim di musim ini dan tidak ingin ini menjadi percikan yang menimbulkan kerusuhan untuk semua fans PSS.”Di mana pun saya bekerja saya selalu senang dan memberikan keahlian saya dengan tulus," jelasnya.
Direktur Utama PSS Sleman Gusti Randa menyebut pernyataan mundur itu adalah prinsip dari Mihail sendiri. Tapi dari dari pihak manajemen belum ada keputusan apapun. Manajemen juga belum menerima surat resmi mengenai pengunduran diri Mihail. Menurutnya, seumpama mundur, belum bisa dilakukan. Harus ada rapat manajemen.”Kami belum ada keputusan apapun, tapi segera kami bahas di rapat manajemen," ungkapnya.
Secara pribadi, Gusti Randa menilai performa dari Mihail cukup baik selama ini. Walaupun di laga sebelumnya kalah kontra Borneo FC. Tapi saat menjamu Madura United sang pemuncak klasemen, PSS Sleman masih tampil dengan on the track dan masih bagus.
Jika Mihail menggundurkan diri diduga karena ada tekanan dari para fans PSS Sleman, menurutnya hanya butuh komunikasi. Harapannya ada komunikasi antara pihak manajemen, para pelatih, dan para suporter.”Komunikasi harus berjalan. Sebab komunikasi itu penting," tegasnya.
Gusti Randa mengakui Mihail masih layak untuk bertahan di tim Super Elang Jawa. Sementara itu, kiper PSS Sleman M Ridwan mengaku kecewa dengan rencana mundurnya Mihail. Mihail, menurutnya sudah banyak memberikan pelajaran tentang sepak bola dari Eropa, terutama organisasi permainan.(ayu/din)
Editor : Satria Pradika