Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pendopo Limasan Roboh, BMKG Jogjakarta Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan

Iwan Nurwanto • Minggu, 17 September 2023 | 22:42 WIB
Ilustrasi peringatan dini gelombang tinggi. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi peringatan dini gelombang tinggi. (Dok Jawa Pos)
 
SLEMAN, Radar Jogja - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana angin kencang dan gelombang tinggi. Pasalnya , gelombang di kawasan pesisir selatan diprediksi bisa mencapai tinggi empat meter dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono menyampaikan, pada puncak musim kemarau seperti sekarang potensi angin kencang memang masih mungkin terjadi. Bahkan, kondisi itu juga cukup berpengaruh terhadap kondisi gelombang di kawasan pesisir selatan.


Jojo sapaan akrab Warjono membeberkan, gelombang di kawasan  pesisir pantai selatan Jawa bisa menyentuh tinggi dari 2,5 sampai 4 meter. Sementara untuk kecepatan anginnya dapat menyentuh 25 knot atau sekitar 50 sampai 60 kilometer per jam.

Baca Juga: BMKG Catat Dua Gempa Susulan di Laut Jawa Utara Lombok

"Untuk potensi angin kencang di wilayah pesisir pantai selatan memang masih ada," ujar Jojo kepada Radar Jogja, Minggu (17/9).


Selain waspada terhadap potensi bencana angin kencang dan gelombang tinggi, Jojo juga mengingatkan tentang pentingnya memanen hujan pada puncak musim kemarau seperti sekarang. Sebab diprediksi untuk musim kemarau tahun ini kemungkinan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Ia menyatakan, untuk puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan September. Sehingga kemungkinan musim penghujan akan dirasakan di wilayah Jogjakarta pada bulan Oktober mendatang.

Baca Juga: Dukung Pariwisata Jogja, BMKG Rutin Beri Informasi Cuaca hingga Gelombang Laut

Meskipun demikian, menurutnya masih ada kemungkinan turun hujan dengan intensitas ringan pada puncak musim kemarau seperti sekarang. Hal itu dapat terjadi karena adanya perlambatan masa udara (angin timuran) dan didukung topografi lokal yang berupa dataran dan pegunungan.


"Suhu muka Laut di selatan Jawa yang menghangat pun turut mendukung pasokan uap air di wilayah DIY," terang Jojo.

Baca Juga: Waspada, Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan dan Samudera Hindia Selatan Yogyakarta

Berkaitan dengan bencana angin kencang, sebelumnya, Kapolsek Berbah Kompol Parliska Febrihanoto menyampaikan, sebuah pendopo limasan di Padukuhan Krasaan, Jogotirto, Berbah, Sleman, roboh pada Kamis (15/9). Akibat kejadian itu bangunan pendopo limasan seluas 9x10 meter roboh dan menimpa dua buah sepeda motor di sekitar lokasi. 


"Kerugian akibat kejadian tersebut diketahui mencapai Rp 200 juta untuk bangunan pendopo yang roboh dan dua buah sepeda motor mengalami kerusakan ringan dengan kerugian sekitar Rp 500 ribu," bebernya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#potensi bencana #Pantai Selatan #BMKG