Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Realisasi Pajak dan Retribusi Pariwisata Dekati Target

Iwan Nurwanto • Sabtu, 16 September 2023 | 17:50 WIB

 

WISATA ANDALAN: Wisatawan menikmati objek wisata di kawasan Gunung Merapi. Dinas Pariwisata Sleman menargetkan kunjungan wisata pada tahun ini menyentuh 7 juta wisatawan.ISTIMEWA
WISATA ANDALAN: Wisatawan menikmati objek wisata di kawasan Gunung Merapi. Dinas Pariwisata Sleman menargetkan kunjungan wisata pada tahun ini menyentuh 7 juta wisatawan.ISTIMEWA


RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata Sleman mencatat target kunjungan wisatawan pada tahun ini sudah mencapai 60 persen dari target.  Sementara untuk capaian pajak dari hotel, restoran dan tempat hiburan telah mencapai 98,4 persen dari target atau sebesar Rp. Rp. 228,541 miliar.


Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, adapun target kunjungan wisata pada tahun ini diharapkan bisa menyentuh 7 juta wisatawan. Kemudian hingga pertengahan Agustus lalu, kunjungan wisatawan sudah menyentuh 60 persen dari target. Atau sudah ada sekitar 3,95 juta wisatawan.


Sementara terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan dari hasil retribusi wisata sudah menyentuh Rp 3,384 Miliar atau 83,97 persen dari target tahun ini Rp 4,031 Miliar. Dinas Pariwisata Sleman juga mencatat capaian dari pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan Rp 228,541 Miliar atau 98,54 persen dari target."Sehingga total PAD sektor pariwisata sudah mencapai Rp 231,92 Miliar. Meliputi retribusi dan pajak hotel, restoran, serta hiburan," ujar Ishadi kepada Radar Jogja, Jumat (15/9/23).

Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata Sleman juga telah membuat Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) untuk 2015-2025. Dalam rancangan tersebut ada berbagai upaya agar sektor pariwisata bisa turut mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Misi dalam RIPK itu, salah satunya adalah  upaya untuk mengembangkan pariwisata daerah sebagai industri pariwisata yang berbasis pada karakter budaya, pendidikan, lingkungan dan mengedepankan kekuatan ekonomi lokal. Serta pengembangan destinasi pariwisata daerah yang berdaya saing, inovatif, variatif, aman, dan nyaman. "Serta ditunjang dengan sarana prasarana berkualitas, layanan profesional dan dukungan masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik," beber Ishadi. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo menyampaikan, memasuki bulan Agustus hingga September merupakan masa-masa low season bagi pengusaha hotel dan restoran. Bahkan tak hanya hotel dan restoran saja, tapi sektor lain seperti transportasi dan kuliner pun menghadapi kondisi yang sama.


Melihat sepinya tingkat pemesanan hotel di masa-masa low season ini, Joko mengaku, sebagian pengusaha hotel dan restoran di Sleman pun mulai memaksimalkan sektor FnB agar bisa tetap meraup pendapatan. Upayanya dilakukan dengan memberikan paket-paket konsumsi untuk pernikahan, rapat, arisan, dan kegiatan lainnya.”Karena itu adalah penyumbang revenue (pendapatan) yang cukup bagus," terang Joko. (inu/din)

Editor : Satria Pradika
#Dinas Pariwisata Sleman #realisasi pajak #retribusi pariwisata