Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dibantu Alat oleh Astra, TPS3R Brama Muda Sleman Kini Butuh Tambahan Sampah

Heru Pratomo • Jumat, 15 September 2023 | 03:21 WIB
PEMILAHAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah melihat operasional alat pemilahan sampah di TPS3R Brama Muda, Ngaglik, Sleman
PEMILAHAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah melihat operasional alat pemilahan sampah di TPS3R Brama Muda, Ngaglik, Sleman

RADAR JOGJA - Selama ini Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) Brama Muda, Donoharjo, Ngaglik, Sleman hanya bisa mengolah sampah 1,5 sampai 2 ton per hari dari 600 rumah tangga. Tapi kini mereka butuh sampah lima kali lipat. Itu karena alat bantuan dari Astra.

Ya, sebagai wujud nyata kepedulian Astra terhadap persoalan sampah, Astra berpartisipasi dalam Program Optimalisasi Yogyakarta. Dengan menyerahkan alat pemilahan dan pengolahan sampah untuk TPS3R Brama Muda dengan nilai Rp1,25 Miliar pada Kamis (14/9).

Peningkatan fasilitas yang dilakukan di TPS3R Brama Muda di antaranya berupa  penambahan dua mesin conveyor feeder, satu mesin conveyor belt, satu mesin gibrig, satu mesin press, 500 unit industrial box, penambahan daya listrik, dan pengadaan budidaya maggot BSF untuk membantu menangani sampah organik.

Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah mengatakan dengan ditingkatkannya fasilitas alat dan metode pengelolaan sampah di TPS3R Brama Muda, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPST Piyungan.

Program ini, lanjut dia, sejalan dengan pilar kontribusi sosial Astra Untuk Indonesia Hijau yang diharapkan dapat semakin mengoptimalkan peranan TPS3R, mendukung kemajuan masyarakat lokal dalam mengelola sampah secara mandiri.

"Serta meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat dengan peningkatan produksi daur ulang sampah," tuturnya.

Meskipun begitu, Reza mengingatkan alat pemilah dan pengolah sampah bantuan dari Astra tetaplah hanya mesin. Yang tidak berguna jika tidak dijalankan manusianya. "Yang artinya warga pun turut ikut memilah sampah,” ujarnya.

Di grup Astra sendiri, lanjut dia, program pengurangan sampah dilakukan melalui program 6R yakni refine, reduce, reuse, recycle, recovery, retrieve to energy. Yaitu dimulai dengan pengurangan sampah dari awal. Termasuk dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi menghasilkan sampah.

Tak hanya itu, setiap sampah yang dihasilkan pun sudah diolah. Tidak hanya menghasilkan produk kerajinan tangan, tetapi juga bahan bakar. "Ada yang jadi biopori atau briket yang bisa menghasilkan nilai ekonomi," jelasnya.

 Baca Juga: Dari 1.060 Desa Sejahtera Astra, 373 di Antaranya Sudah Ekspor

Sementara itu Bijaksana Junerosano sebagai founder Waste4Change yang akan mendampingi TPS3R Brama Muda, menambahkan, sampai saat ini belum ada satu pun daerah di Indonesia yang sudah tuntas dalam pengelolaan sampah.

Karena itu, kata Bijaksana, saat terjadi darurat sampah di Jogjakarta akibat ditutupnya TPST Piyungan, bersama Astra pun mereka melakukan gerakan konkret. "Waste4Change ini kumpulan anak muda yang sudah gemes dengan pengolahan sampah, kami ajak Astra berbuat nyata di TPS3R Brama Muda ini untuk mengolah sampah dan jadi percontohan daerah lain," katanya.

Bijaksana menyebut, melalui bantuan alat dari Astra ini diproyeksi dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah dari 2,7 ton per hari menjadi 15 ton per hari.

Karena itu, kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dia pun berharap ada tambahan pasokan sampah yang bisa dipilah dan diolah di TPS3R Brama Muda. Ketimbang hanya dibuang ke TPST Piyungan. "PR Pemkab Sleman untuk bisa menghadirkan sampah yang bisa diolah di sini," katanya.

Kustini sendiri dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Astra. Apalagi juga akan dilakukan pendampingan yang dilakukan Astra bersama Waste4Change hingga pemilahan dan pengolahan sampah di TPS3R Brama Muda mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Dia menyebut, saat ini Sleman memproduksi hingga 320 ton per hari. Pemkab Sleman kini menyiapkan pembangunan TPST di Tamanmartani dan Minggir dengan kapasitas masing-masing 100 ton per hari. Masih ada kekurangan untuk pengolahan 120 ton per hari.

"Harapannya bantuan dari Astra di TPS3R Brama Muda yang bisa mengelola hingga 15 ton per hari bisa ditambah di 10 lokasi TPS3R lainnya," kata Kustini. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#TPS3R #Sleman #Astra #Sampah #TPST Piyungan