RADAR JOGJA - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terus berkembang secara signifikan. Meski memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor, keberadaan AI juga tergolong bahaya.
Pemateri dari Symbolic.id Sabrang Mowo mengungkapkan, teknologi yang lahir pasti akan menabrak sebuah limitasi. Dan diperuntukkan untuk melewati limitasi manusia. "Manusia punya naluri untuk menabrak limitasi, dan itu juga yang dilakukan teknologi," lontarnya dalam diskusi panel kemarin (11/9).
Sabrang mengakui, perkembangan AI juga merambah ke dunia pendidikan. Seperti halnya universitas yang mengukur kemampuan komprehensif mahasiswa dalam aspek penulisan dan capaian akademik.
"Tapi ketika itu sudah bisa dilakukan oleh mesin atau robot maka universitas berpotensi kehilangan perannya secara signifikan," lanjutnya.
Menurut Sabrang, hilangnya kemampuan institusi untuk mengukur atau menilai kemampuan individu adalah hal yang harus dikhawatirkan dengan adanya AI. "AI tidak bisa dihalangi karena juga tidak ada regulasi dan kebijakan yang relevan untuk mengatur," tuturnya.
Koordinator event Hackjog Anggoro menyebut, perkembangan AI di wilayah DIJ sendiri sudah cukup signifikan dan mulai menjangkau banyak sektor-sektor penting. Mulai dari akademik hingga sektor kreatif. "Inovasi terkait AI di DIJ sudah bagus, tapi awareness-nya masih perlu ditingkatkan," ucap Anggoro. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika