Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ngaran Kite Festival, Ajak Generasi Muda Melestarikan Tradisi dan Sawah Melalui Kompetisi Layangan

Iwan Nurwanto • Senin, 11 September 2023 | 02:41 WIB
TERBANG: Peserta menerbangkan layang-layang saat berlangsung Ngaran Kite Festival 2023 di persawahan Dusun Ngaran, Desa Margokaton, Seyegan, Sleman, Minggu (10/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
TERBANG: Peserta menerbangkan layang-layang saat berlangsung Ngaran Kite Festival 2023 di persawahan Dusun Ngaran, Desa Margokaton, Seyegan, Sleman, Minggu (10/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

SLEMAN, Radar Jogja - Kompetisi layangan bertajuk Ngaran Kite Festival digelar di Padukuhan Ngaran, Margokaton, Seyegan, Sleman. Dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2023, kegiatan tersebut tidak hanya sekedar hiburan. Namun, juga menjadi ajang untuk mengajak anak-anak muda agar mau melestarikan kesenian tradisional.

Ketua Ngaran Kite Festival Aris Riyanto mengatakan, dalam kegiatan tersebut mengangkat tema Akar Tumbuh Budaya Tangguh. Melalui tema itu, pihaknya ingin melestarikan tradisi budaya layang-layang sebagai permainan tradisional dan warisan nenek moyang.

Kemudian, lanjutnya, Ngaran Kite Festival juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para penggemar layang-layang untuk berkumpul dan berbagi minat mereka. Selain itu, mengajak generasi milenial untuk menggeluti bidang pertanian. Karena ia melihat bahwa generasi muda sekarang mulai jarang untuk turun ke sawah.

"Generasi sekarang cenderung tidak mau ke sawah. Jadi, kita menggunakan media layangan ini untuk mengenalkan sawah. Dimulai dengan main-main ke sawah dulu, baru mereka akan mulai tertarik dengan tanaman padi dan tanaman lain, yang ternyata masih banyak dan perlu dilestarikan," ujar Aris, Minggu (10/9).

Ia melanjutkan, bahwa untuk festival yang digelar tahun ini juga dikemas cukup variatif. Sebab panitia tidak hanya menampilkan kompetisi layang-layang saja. Namun juga kegiatan seni budaya, kreativitas, hingga pameran produk-produk UMKM.

Dalam Ngaran Kite Festival itu jumlah layang-layang yang ditampilkan cukup banyak. Ada layang-layang dengan berbagai bentuk, dan warna. Bahkan pesertanya pun tidak hanya berasal dari DIJ saja. Namun, juga diikuti peserta dari Magelang dan Purworejo.

"Kami sangat bersemangat untuk kembali menghadirkan festival layang-layang ini. Tidak sekedar perayaan terbang layang-layang, tetapi juga sebagai pengingat akan warisan budaya kita serta nilai-nilai persatuan dan kemasyarakatan. Itulah makna Akar Tumbuh Budaya Tangguh," terang Aris.

Sementara itu, salah satu penonton, Dea mengaku, takjub dengan berbagai jenis layangan yang ditampilkan dalam Ngaran Kite Festival. Ia pun menilai kalau festival layang-layang yang digelar di areal persawahan tersebut cukup menghibur.

"Jujur sangat terhibur dengan festival layang-layang ini, semoga tahun depan bisa dilaksanakan lagi," ucap warga Sleman ini. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#layang-layang #radar jogja #seni budaya #Kite Festival