Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Piyungan Dibuka Lagi, Sleman Dijatah 135 Ton, Bantul Hanya 90 Ton

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 September 2023 | 16:00 WIB
MENUMPUK: Pengendara motor melintasi tumpukan sampah di kawasan Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping Selasa (5/9/23). ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
MENUMPUK: Pengendara motor melintasi tumpukan sampah di kawasan Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping Selasa (5/9/23). ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan resmi dibuka secara terbatas Rabu (6/9/23). Hanya saja, kuota pembuangan sampah dari Sleman dan Bantul turut dibatasi. Bumi Sembada mendapat jatah 135 ton, sedangkan Bumi Projotamansari 90 ton per hari.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, kuota pembuangan yang diperoleh hanya untuk 27 truk sampah per hari. Kuota itu diberikan untuk angkutan sampah milik pemerintah dan penyedia jasa angkut sampah swasta.


Mengingat jumlahnya pembuangan cukup terbatas, dia akan berkoordinasi penyedia jasa pembuangan sampah agar dibuatkan jadwal. Selain itu, dinas juga mendorong agar masyarakat bisa mengolah sampah secara mandiri. Seperti dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sehingga kemudian sampah yang dibuang ke TPST Piyungan bisa berkurang.


"Karena TPSS Tamanmartani juga sudah ditutup, sehingga (untuk pembuangan, Red) kita hanya dapat memanfaatkan kuota di TPA Piyungan," ujar Epiphana kemarin (6/9).
Sementara itu, Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho menyebtu, Kabupaten Bantul sebelumnya mampu membuang sampah ke TPST Piyungan sekitar 140-160 ton. Namun saat ini, hanya dibatasi 90 ton per hari. "Kami upayakan hanya sampah residu yang dibuang (ke TPST Piyungan, Red)," tegasnya.


Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pun menegaskan, tidak akan menghentikan perbaikan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Bantul. Karena pembukaan TPST Piyungan hanya bersifat sementara, sebab masih menggunakan cara lama yaitu sanitary landfill. “Di mana sampah hanya ditumpuk, lama kelamaan akan penuh. Pada akhirnya akan ada darurat sampah lagi kalau kita hanya menggunakan TPST Piyungan,” katanya.
 
Oleh karena itu, Bantul bersih sampah pada 2025 terus diupayakan. Melalui pembangunan TPST di Modolan, Niten, hingga Murtigading yang akan segera diselesaikan. Dengan harapan, sampah akan selesai di desa.

 

Editor : Satria Pradika
#Sampah #DLH #TPST Piyungan