RADAR JOGJA - Kalurahan Pandowoharjo Sleman tak hanya memiliki kampung wisata Brayut. Kini total ada enam desa wisata di Pandowoharjo. Untuk mengenalkan potensi desa wisata di sana, sebanyak 130 anak di Kalurahan Pandowoharjo pun diajak mengunjungi dan bermain di tiga desa wisata di antaranya. Diantar oleh bajingan.
Ya para bajingan atau sopir gerobak sapi di Kalurahan Pandowoharjo itu mengantar para anak-anak dengan gerobak sapi yang ditarik oleh dua ekor sapi. Ketua Desa Wisata Mandiri Pandowoharjo Aditya Noor menjelaskan, tujuannya adalah ke desa wisata Pajangan yang dikenal sebagai desa wisata budaya dan edukasi. Para peserta di antaranya akan dikenalkan membuat wayang. Kemudian dilanjutkan ke Kampung Iklim Karangtanjung untuk bercocok tanam. "Diakhiri ke kampung wisata Lestari Kaliku di Gabugan untuk bermain air di sungai yang ada mata airnya," kata Aditya di sela gelaran Festival Desa Wisata Pandowoharjo Minggu (27/8).
Aditya menambahkan, selain tiga desa wisata tersebut Pandowoharjo juga memiliki desa wisata pendidikan dan ketahanan pangan di Dukuh. Ada pula Kampung Bocah di Temon. Dan yang sudah banyak dikenal adalah desa wisata Brayut, yaitu wisata berbasis budaya, pertanian dan cerita sejarah. "Ada juga beberapa rintisan desa wisata yang saling mendukung," ungkapnya.
Diakuinya keberadaan beberapa desa wisata, hingga kalurahan ramah anak dan perempuan berkat bantuan dari pemerintah. Tak ragu dia menyebut adanya kucuran dana keistimewaan (danais)melalui bantuan keuangan khusus, mendongkrak embrio beberapa rintisan dan desa wisata di Pandowoharjo. Untuk tahun ini Pandowoharjo mendapatkan alokasi danais sebesar Rp 1,2 miliar. Peruntukannya pun dimaksimalkan untuk melatih kemandirian masyarakat. "Yang muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat" ujarnya sambil menyebut Pandowoharjo juga sudah menjadi jujukan kalurahan lain yang ingin belajar terkait pengelolaan desa wisata.
Sementara itu Lurah Pandowoharjo Catur Sarjumiharta menambahkan, Pandowoharjo tidak memiliki potensi wisata seperti gunung ataupun pantai. Tapi dengan kreativitas warganya kini dari 22 padukuhan di sana bisa memiliki enam desa wisata. Bahkan sudah bisa mendatangkan wisatawan. "Dengan sentuhan kreativitas warganya kini desa wisata di Pandowoharjo sudah banyak dikenal," ungkapnya.
Pandowoharjo sendiri kini sedang menyiapkan satu kawasan pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan lahan seluas 4,5 hektare yang merupakan tanah kas desa. Sudah berdiri taman kuliner, lapangan sepak bola untuk olahraga outdoor, sedangkan untuk olahraga indoor juga bisa memanfaatkan gedung serba guna. Sudah ada pula kolam renang. Melalui danais juga sudah berdiri Balai Budaya. Disiapkan pula tempat pengolahan sampah hingga gapoktan. "Karena Pandowoharjo ini salah satu lumbung beras di Sleman," tuturnya.
Editor : Heru Pratomo