RADAR JOGJA - Belakangan tarif parkir di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman jadi sorotan. Pasalnya, ditemukan parkir nakal pasang tarif nuthuk hingga model marketing dengan air mineral. Hal ini juga dikeluhkan warga net yang berkunjung di lokasi tersebut.
Seperti yang dikeluhkan akun Twitter 'X' Jaresayang_ yang menudian direpost akun Merapi Uncover, Minggu (20/8/2023). Akun tersebut mengeluhkan tarif parkir motor yang tak biasa. Biaya parkir cenderung tinggi lantaran bonus air mineral.
"Tukang parkir e tak takoni biasane Rp 3 ribu, terus jare kon nemoni atasan wae," tulisnya berbahasa Jawa. Maksudnya, tukang parkir ketika ditanya, biasanya Rp 3 ribu, malah ia disuruh menemui atasan (pengelola parkir).
Menurutnya, bayar parkir yang mengharuskan beli air mineral itu tak wajar. Dia pun mempertanyakan adanya unsur pungli ataupun pemalakan.
Postingan Jaresayang_ tersebut kemudian banjir komentar warga net.
"Lah ono-ono wae marketing e, parkir bundling air mineral wkw," tulis salah satu akun warga net
"Denggung kini jadi ajang cari cuan banyak pihak. Pasar malam dalam setahun mungkin hampir 10 kali, hmmmm,"
"Juhh parkir e bundling. Branding air mineral local pride dengan sedikit pemaksaan, poor taste," tulis salah satu warga net.
"Karena kondisi orang berbeda-beda meski hanya sebesar Rp 2 ribu,"
" Jogja ki emang parah banget pungli-pungli parkirnya. Sampe dicurhati bapak-bapak gocar waktu aku ke Solo kalau beliu pas dolan ndek Jogja kaget ngendi-ngendi ono parkir. Gak habis pikir," tulis warganet lainnya.
Area Publik Milik Pemkab Sleman Mestinya Sesuai Aturan
Dihimpun dari Radar Jogja, sebelumnya, Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Wahyu Slamet bakal melakukan edukasi terhadap petugas parkir jika memang tidak menerapkan tarif sesuai peraturan yang berlaku.
Disebutkan tarif parkir seusai peraturan pemerintah memang sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor. Sementara untuk kendaraan roda empat atau mobil, tarif maksimal yang diatur oleh Pemkab Sleman sebesar Rp 5.000 per kendaraan.
"Kalau itu memang sudah ada laporan akan kita tindaklanjuti dan kita edukasi sesuai dengan tarif yang berlaku," ungkapnya sepekan lalu. (mel,inu)
Editor : Meitika Candra Lantiva