RADAR JOGJA - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UPN Veteran Jogjakarta Singgih Saptomo menyebutkan sebanyak 96 mahasiswanya mengalami keracunan saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) di Yonmek 403/Wirasada Pratista. Gejalanya berupa sakit perut, mual, muntah, pusing hingga diare.
Singgih belum mengetahui secara pasti penyebab keracunan. Hanya saja, dugaan kuat berasal dari konsumsi makan siang.
Saat ini sampel sisa makanan maupun dari tubuh mahasiswa telah dikirimkan ke Laboratorium Dinas Kesehatan Sleman.
“Jadi, sampai saat ini masih dalam observasi, tidak dulu bisa menyimpulkan makanan apa. Masih menunggu dari hasil laboratorium dilakukan di Dinkes Sleman. Ada beberapa makanan seperti nasi, kerupuk, lauk ayam, serta ada bakmi semacam itu. Iya, ini yang dikirim ke Dinkes (Sleman), ada kemungkinan saat makan siang,” jelasnya saat ditemui di Gedung Rektorat UPN Veteran Jogjakarta, Sabtu (19/8).
Singgih menuturkan, mayoritas mahasiswa tersebut telah pulang ke rumah. Tercatat sementara 88 mahasiswa yang diperbolehkan pulang. Sementara sisanya masih menjalani rawat inap dan observasi.
Berdasarkan pemantauan timnya, angka korban mengalami perubahan sejak Jumat sore (18/8).
Pada awalnya dilaporkan 56 mahasiswa yang mengalami keracunan. Seiring waktu berjalan, total menjadi 96 mahasiswa.
“Ada yang bergejala baru di rumah dan dilarikan (ke rumah sakit). Ada yang lansung, ada yang di rumah dan akhirnya kembali ke rumah sakit. Jadi, kejadiannya itu sudah saat mau pulang (PKKBN) dan ada gejala muntah-muntah,” katanya.
Terkait sumber makan siang, Singgih menegaskan, bukan dari pihak kampus. Penyedianya adalah penanggungjawab lokasi tempat outbound PKKBN berlangsung. Diketahui bahwa outbound PKKBN berlangsung Akademi Angkatan Udara, Markas Kopasgat Jogjakarta, dan Yonmek 403.
Menurutnya, saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi internal maupun eksternal. Termasuk dengan pihak Yonmek 403 yang lokasinya digunakan sebagai penyelenggaraan PKKBN.
“Tidak ada vendor pihak ketiga, kita kerja sama dengan kesatuan (lokasi PKKBN). Untuk makanan itu tidak tahu, kita kerja sama tempat. Yang menyiapkan makanan semua kesatuan dari masing-masing,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan outbound diikuti oleh 2.500 mahasiswa angkatan 2023. Untuk kegiatan PKKBN di Yonmek 403 diikuti oleh 715 peserta. Dari total tersebut, sebanyak 96 mahasiswa mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah.
Puluhan mahasiswa ini lalu dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jogjakarta. Meliputi 19 mahasiswa di RSUP Dr Sardjito, 8 mahasiswa di RS Condongcatur, 42 mahasiswa di RS JIH, 15 mahasiswa di RSA UGM. Ada pula 7 mahasiswa di RS Hermina, masing-masing 1 mahasiswa di RS Panti Rini, Klinik Praktek Siaga 24, Klinik Gading, dan Klinik dr Sesi Kalasan.
“Kami sudah siapkan pos darurat sebagai pusat informasi dan penanganan masalah tersebut di Gedung Rektorat Lantai Dasar. Langkah kain meliputi semua biaya rumah sakit bagi korban baik rawat inap dan berat akan ditanggung oleh Bataliyon Yonmek 403,” katanya. (dwi)