RADAR JOGJA - Djoko Pekik berpulang. Seniman seni rupa itu mengembuskan napas terakhir Sabtu (12/8).
Kepergiannya menghadirkan duka bagi para seniman. Mereka menganggap Djoko Pekik sebagai inspirasi dalam berkarya.
Menurut keterangan anak ketiganya Inten Lugut Lateng, sebelum di bawa ke RS Panti Rapih Jogja tadi pagi, Djoko Pekik tampak biasa. Dia dibawa ke rumah sakit dari rumah karena badannya anget dan muntah-muntah.
"Tapi, ternyata di perjalanan bapak meninggal. Jam 8.10," kata Inten di RS Panti Rapih.
Meski demikian, menurutnya, sangat ayah sempat opname tiga minggu yang lalu. Sebab, jatuh dan tulang tangan sebelah kiri ada patah tulang. "(Dirawat) di sini juga. Opname cuma dua hari, digips terus pulang," paparnya.
Di usia 86 tahun, Djoko Pekik sehat. "Kesehatannya, ya, sehatnya orang tua, ya," katanya.
Bahkan, Djoko Pekik masih merokok. Makannya juga masih normal.
"Ya, ngerokok masih ngerokok. Makan masih banyak. Cuma memang untuk mobilitas sudah terbatas, pakai kursi roda dan dituntun. Terakhir ke Magelang, di acara Mas Nasirun datang Bapak," jelas Inten.
Inten menilai, Djoko Pekik merupakan orang tua yang mengayomi. "Bapak yang baik. Bapak yang ngemong sama anak-anaknya," ungkapnya.
Saat ini jenazah Djoko Pekik disemayamkan di rumahnya, Plataran Djoko Pekik di Plataran, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
Editor : Amin Surachmad