RADAR JOGJA - Kasus pencurian komponen lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten Sleman ternyata masih cukup marak. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat bahkan mencatat rata-rata kejadian perbulannya bisa mencapai empat sampai lima kasus pencurian.
Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum Dishub Sleman Wahyu Estijanto mengatakan, komponen PJU sampai saat ini memang masih kerap diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Komponen yang dicuri di antaranya miniature circuit breaker (MCB), timer, dan kontraktor. Sementara untuk PJU bertenaga surya yang kerap dicuri ada pada komponen baterai atau akinya.
Wahyu mengakui, pencurian komponen PJU di Sleman memang sering terjadi. Bahkan, dalam sebulan sedikitnya ada empat sampai lima titik yang menjadi sasaran para pencuri. Adanya pencurian komponen PJU memang cukup meresahkan karena berdampak pada tidak berfungsinya lampu penerangan jalan.
Namun selain pencurian komponen, faktor lain juga menjadi penyebab PJU di kabupaten Sleman tidak berfungsi. Di antaranya karena masa berlaku lampu yang sudah habis, tersambar petir, hingga tertimpa pohon. "Namun untuk pencurian memang cukup marak, sekitar 4-5 kejadian per bulan," ujar Wahyu kepada Radar Jogja, Jumat (11/8/23).
Wahyu menyampaikan, hingga bulan Juli ini Dishub Sleman juga sudah melakukan perbaikan terhadap PJU di 2.130 titik. Meliputi PJU di jalan-jalan kabupaten hingga jalan permukiman.
"Kalau lampu yang rusak akan terus ter-update melalui survey yang kami lakukan, bisa juga dari laporan yang diterima dari berbagai kanal," katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menyatakan, pada tahun ini pihaknya berencana memasang PJU di 386 titik. Dengan rincian PJU ruas bertenaga listrik di 345 titik dan PJU bertenaga surya di 41 titik. "Rencana pemasangan tahun 2023 ada di 386 titik," terangnya. (inu/bah)
Editor : Satria Pradika