RADAR JOGJA - Kualitas udara di Kabupaten Sleman mendapat penilaian buruk dari salah satu situs pemantauan kualitas udara. Dalam situs itu disebut kualitas udara di suatu darah masuk kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, buruknya kualitas udara di Sleman bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, aktivitas kendaraan yang menghasilkan polusi. Selain itu, dapat disebabkan karena kurangnya penghijauan di sebuah wilayah.
Epiphana menduga, kualitas udara yang buruk di kemungkinan disebabkan karena banyaknya aktivitas kendaraan-kendaraan besar. Selain itu, juga kemungkinan ada aktivitas pembakaran sampah imbas dari ditutupnya TPA Piyungan.
"Selain itu, kualitas udara bisa memburuk juga dikarenakan banyak masyarakat yang membakar sampah," ujar Epiphana, Rabu (9/8).
Atas kondisi itu, ia mengimbau masyarakat selalu memakai masker di daerah yang memiliki kualitas udara buruk. Selain itu, masyarakat juga diimbau gencar melakukan penanaman pohon untuk menambah kadar oksigen di wilayahnya masing-masing. Serta, tidak melakukan pembakaran sampah.
"Dengan menanam pohon, selain menambah kadar O² (oksigen) di lingkungan juga sekaligus mengurangi kadar polutan di daerah," katanya. (inu)
Editor : Amin Surachmad